10 Pengajar di Cilandak Terima Santunan Da’i Rumah Yatim

Rabu (21/10) lalu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyalurkan santunan da’i kepada 10 pengajar aktif di wilayah Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Dikatakan Nina salah satu tim relawan Rumah Yatim, mayoritas mereka mengajar tersebut sukarela. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, mereka bekerja sebagai buruh serabutan.

Salah satunya Manifas Amriana (36) atau kerap disapa Ana, seorang pengajar di TPA Al Muthamainnah yang berlokasi di RT.13/RW.04, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Anak sudah mengajar selama 6 tahun secara sukarela. Ada upah atau tidak, ia tetap mengajar. Di kondisi pandemi ini Ana tetap mengajar dengan mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah setempat.

Ketika tim memberikan bantuan tersebut, tampak raut wajah bahagia ditunjukkan para pengajar, mereka sangat bersyukur bisa menerima bantuan ini.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas kepedulian Rumah Yatim, terima kasih banyak. Saya harap Rumah Yatim terus melaksanakan kegiatan serupa untuk khususnya untuk rekan-rekan pengajar lain yang juga masih mengajar di kondisi ini”, tutur Ana.

Santunan Da’i merupakan salah satu program Rumah Yatim untuk mengapresiasi jasa para guru yang berupaya mencerdaskan anak negeri yang berada di perkotaan hingga pelosok desa.

“ Bantuan ini juga merupakan salah satu wujud kepedulian kami untuk bisa berkontribusi kepada kemajuan pendidikan di Indonesia terlebih di masa pandemi yang memang cukup menantang,” ungkap Tanti

Diharapkan dengan tersalurnya santunan kepada 10 da’i ini dapat menambah semangat mereka untuk tetap melaksanakan tugas mulianya dikala pandemi ini.

Penulis: Alif Shafwan

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend