10 Tahun Tanpa Ayah, Aldo Tetap Semangat dan Optimis Bisa Jadi Polisi

10 Tahun Tanpa Ayah, Aldo Tetap Semangat dan Optimis Bisa Jadi Polisi

 

Sudah 10 tahun, Aldo Saputra (15) menjadi yatim. Ayahanda meninggal karena sakit jantung. Ia kini tinggal bersama ibunda tercinta dan tiga saudara kandungnya di rumah kecil nan sederhana ytang berlokasi di Jl. Adisucipto, Gang Nusa Indah RT 02 RW 09, Bangka Belitung Laut, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat.

Sang ibu selalu bekerja keras mencari nafkah demi menghidupi keempat anaknya itu. Sehari-hari, ia berjualan nasi kuning. Pendapatan dari berjualan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarganya. Namun, sejak ada pandemi, penghasilannya cukup menurun.

“Pernah waktu maraknya corona, kami kekurangan makanan, karena saya gak dagang,” ungkap sang ibunda. Ia bersyukur kini dirinya bisa berjualan kembali.

Penghasilan yang didapat berkisar 40 sampai 50 ribu rupiah perhari. Walau terkadang tidak cukup, namun ia mengakunya harus dicukupkan. “Uang segitu gak cukup, tapi kami cukup-cukupkan saja untuk makan sehari-hari,” tambahnya.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Abdurrohim, kehidupan Aldo dan keluarga memang cukup memprihatinkan. Namun, semangat Aldo tak pernah lelah dalam belajar dan meraih impian. Siswa kelas 2 SMP itu optimis bisa menjadi polisi suatu saat nanti.

Melihat kegigihannya itu, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan beasiswa dhuafa kepada Aldo dan 35 anak yatim dhuafa lainnya, Kamis (16/7). Ia berharap, anak-anak ini giat terus belajarnya dan semakin meningkatkan prestasi.

“Alhamdulillah Rumah Yatim telah memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, harapannya dapat menjadi penyemangat,” pungkasnya

 

 

 

Penulis : Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend