Hukum Menyakiti Anak Yatim

Rasulullah SAW bersabda, barang siapa memuliakan anak yatim, maka Allah SWT akan limpahkan rahmat dan rezekinya untuk mereka yang menyayangi anak yatim. Lain halnya dengan menyakiti anak yatim, menyakiti anak yatim tidak dianjurkan dalam Islam, bahkan mendapat kemurkaan dari Allah SWT. Karena anak yatim merupakan titipan yang diberikan Allah SWT, untuk dilindungi.

Sebagaimana dalam Quran Surat Dhuha ayat 9, dikatakan, “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” (QS Ad – Dhuha: 9)

Larangan menyakiti anak yatim sudah jelas diterangkan dalam Surat Dhuha. Umat muslim dilarang menyakiti anak yatim berupa fisik maupun nonfisik, maka jangan harap mendapatkan surga yang dijanjikan Allah SWT.

Allah SWT memerintahkan untuk tidak berbuat sewenang-wenang terhadap anak yatim. Karena anak yatim berada dalam lindungan-Nya. Sebagaimana yang telah ditegaskan dalam Surat An-Nisaa’ ayat 10, Allah SWT akan menghukumnya dengan balasan yang setimpal.

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (Q.s An–Nisa: 10)

Kemudian menghina anak yatim sama saja dengan menempuh jalan ke neraka. Karena, dengan menyakiti hati anak yatim, apa pun doa anak yatim akan dikabulkan oleh Allah SWT, diibaratkan dengan doa baik dan buruk anak yatim akan dikabulkan. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim harus berbuat baik kepada anak yatim sebagaimana perintah Allah dalam firmannya surat Al Baqarah ayat 83:

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil dari pada kamu, dan kamu selalu berpaling.” (QS. Al – Baqarah: 83)

Perbuatan menyakiti seperti ucapan kasar, mencaci maki, mengabaikan keberadaan, hingga tidak peduli dengan kesusahan mereka. Mengutip pernyataan sosok pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, yang menyatakan percuma saja shalat, tetapi tidak dapat memuliakan anak yatim. Begitu juga dengan menelantarkan anak yatim sama saja dengan mendustakan agama. Sebagaimana yang dikatakan dalam firman Allah SWT:

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ? Itulah orang-orang yang menghardik anak yatim. (Q.S. Al-Ma’un: 1-2)

Maka dari itu, celaka bagi mereka yang sudah menunaikan shalat, tetapi tidak peduli dengan anak yatim piatu. Dengan melindungi dan merawat anak yatim,  maka keshalehan seorang muslim yang peduli terhadap anak yatim dan lingkungan sosialnya, surga Allah lah yang sudah dijanjikan kepada umatnya yang beriman. Islam mendorong umatnya agar dapat mencintai anak yatim piatu. Sehingga, mereka mendapatkan balasan yang baik berupa kasih sayang dan kebaikan dari Allah SWT.

*Dikutip dari berbagai sumber

Hits: 1135

Berita terkait

Leave a Comment