jumlah pengunjung = 28 views

Akbar Diboyong ke Asrama Mataram Agar Dapat Pendidikan Layak


Tanpa kasih sayang ibu dan bapak, terlebih tidak ada jaminan pendidikan untuk masa depannya. Jum’atul Akbar (9) yang berasal dari Dusun Sekotong, Kabupaten Lombok Barat hidup di bawah garis kemiskinan bersama neneknya. Atas kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Mataram NTB memboyong dia ke Asrama Mataram untuk mendapat kehidupan dan pendidikan yang layak demi masa depannya.

Sejak awal Ramadhan 2019 lalu, pertama kali bagi Akbar -sapaan akrabnya menginjakkan kaki di asrama. Pengurus Asrama Mataram, Salma Hasanah menjelaskan, setahun yang lalu dari Rumah Yatim pernah diminta bantuan oleh kemitraan untuk pengobatan Akbar.

Hal tersebut karena ia pernah ditabrak ketika pulang Jumatan. Akhirnya tim relawan melakukan survei, ternyata kakinya bengkok. Kemudian ditawarkan untuk dibantu biaya operasinya.

Dari pihak keluarga menolak, karena ketakutan dan pola pikir yang masih tertinggal. Alhasil Rumah Yatim Mataram berinisiatif untuk memboyongnya ke asrama. Karena melihat kondisi Akbar yang tidak seberuntung anak-anak lain. Agar dia memiliki jaminan pendidikan untuk masa depannya.

“Ya sudah akhirnya gak jadi operasi, saya berharap anak ini jadi anak asuh Rumah Yatim. Alhamdulillah akhirnya kesampaian jadi anak asuh,” ungkapnya.

Menurut Salma, meskipun baru beberapa bulan tinggal di asrama, Akbar terlihat sangat gembira dan enjoy. Hal itu dikarenakan dirinya seperti menemukan keluarga baru, merasakan kehangatan, kebersamaan dan kasih sayang, yang selama ini tidak ia dapatkan dari orangtuanya.

Diketahui bahwa sang ayah telah meninggal dan sang ibu menikah lagi, namun Akbar diabaikan. Kini, anak laki-laki yang duduk di kelas 4 SDN 21 Cakranegara, Kota Mataram NTB itu dapat menikmati kehidupannya yang baru. Rumah Yatim akan terus berupaya memberikan pendidikan yang layak serta mewujudkan cita-cita Akbar di masa depan.

“Sebelumnya percobaan Ramadhan kemarin, Alhamdulillah anaknya betah. Anak ini tidak merasakan kasih sayang ibu dan bapaknya, disinilah (di asrama) dia bisa merasakan semuanya, bisa senang, dan ketawa. Di asrama dia bisa dapat keluarga baru, teman baru, dan ilmu baru,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

Berita terkait

Leave a Comment

jumlah pengunjung = 28 views