387 Orang Meninggal Akibat Gempa, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

Sudah sepekan berlalu pasca gempa bumi 7,0 SR mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Bali. Berbagai upaya penanganan darurat masih terus dilakukan. Menurut informasi yang diperoleh jurnalis Rumah Yatim, dilansir dari situs BNPB, masa tanggap darurat diperpanjang menjadi 14 hari, yaitu terhitung mulai (12/8) hingga (25/8) mendatang.

Perpanjangan itu dikarenakan kondisi di lapangan masih ditemukan banyak permasalahan, seperti masih adanya korban yang harus di evakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung. Bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa.

Oleh karena itu, banyaknya masalah dalam penanganan dampak gempa, Gubernur NTB memutuskan untuk memerpanjang masa tanggap darurat. Selain itu, jumlah korban gempa terus bertambah. Masih dilansir dari situs BNPB, hingga Sabtu (11/8) tercatat 387 orang meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan saat gempa. Tersebar di Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sementara itu, sebanyak 13.688 orang mengalami luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik. Ratusan ribu jiwa pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.

Sedangkan, kerusakan materil, tercatat 67.875 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak. Pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho hingga sepekan ini terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan. Permasalahan utama adalah distribusi logistik untuk di kirim ke ribuan titik pengungsian. Terlebih akses jalan menuju lokasi pengungsi juga rusak.

“Sebagian besar jalan di Lombok Utara mengalami kerusakan akibat gempa. Oleh karena itu, percepatan distribusi logistik menjadi prioritas saat ini, selain pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi,” ungkap Sutopo dikutip dari situs BNPB.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini, adalah tenda, selimut, makanan siap saji, beras, MCK portable, air minum, air bersih, tendon air, mie instan, pakaian, terpal/alas tidur, alat penerangan, layanan kesehatan dan trauma healing.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat