Aan, Pedagang Sapu Keliling Dapat Bantuan Biaya Hidup dan Sembako

Aan, Pedagang Sapu Keliling Dapat Bantuan Biaya Hidup dan Sembako

 

Sebagai pedagang sapu keliling, setiap hari Aan (56) menghabiskan hari-harinya dengan berjalan kaki dari Cicalengka menuju Kota Bandung untuk menjual sapu. Meskipun usianya sudah tak muda lagi, namun dengan penuh semangat, setiap hari Aan memanggul sapu seorang diri dan berharap ada yang mau membeli sapu yang dibawanya.

Di bawah sinar matahari yang begitu terik dan di tengah hiruk pikuk Kota, Aan berkeliling menjual sapu dengan harga yang Ia bandrol sebesar 45.000 rupiah. Namun naas, puluhan kilometer yang Ia tempuh tak sebanding dengan penghasilannya. Terlebih saat ini banyak orang yang memilih untuk diam dirumah.

“Sehari-harinya dia hanya mendapat upah 30ribu, karena dia menjual sapu milik orang lain,” terang Staff Pemberdayaan Rumah Yatim, Irwan Alfaruk.

Aan merupakan pekerja informal yang terkena dampak dari Covid-19. Setiap hari nya ia hanya mengandalkan berjualan sapu demi menyambung hidup. Irwan menceritakan, dirinya melihat Aan saat melewati kantor Kas Rumah Yatim Lodaya. Sore itu, Aan terlihat begitu letih. Sehingga Irwan berinisiatif untuk memanggilnya.

“Saya lihat sekitar jam 6 sore masih keliling. Saya tanya, Pak dari mana beliau bilang dari Cicalengka, beliau mengaku jalan kaki dari sana. Jadi kami dari Rumah Yatim merasa kasihan melihat kondisinya yang sudah lansia, kemudian harus memanggul sapu dan jalan kaki,” lanjutnya.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim memberikan bantuan melalui program biaya hidup. Selain itu, Aan juga menerima bantuan berupa sembako pada Rabu (1/4) kemarin. Diharapkan bantuan ini dapat membawa angin segar bagi dirinya dan keluarga ditengah pandemi corona.

 

 

 

 

Jurnalis : Tanti Sugiharti
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend