Afdu Kehilangan Sosok Panutan di Hidupnya, Rumah Yatim Datang Memberi Semangat

Sejak tiga bulan lalu, Muhamad Afdu (10) kehilangan sosok panutan hebat di hidupnya. Ayahandanya meninggal dunia akibat penyakit kanker paru-paru. Padahal, Afdu mendambakan sekali menjadi seorang Pelaut seperti ayahnya.

Siswa kelas 3 sekolah itu harus ikhlas karena tak bisa lagi bertemu dan belajar dari seorang sosok yang amat dicintainya itu. Mulai sekarang, dirinya harus belajar seorang diri untuk mewujudkan impiannya tersebut. Ia mengaku akan tetap berjuang menjadi seorang Pelaut seperti ayah.

Di Dusun Nirwana RT 002 RW 002 Desa Sungai Kakap, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat, Afdu tinggal bersama ibu dan adiknya. Di rumah yang cukup sederhana itu menjadi saksi kehidupan Afdu dan keluarga.

Diketahui, ibundanya hanya menjadi buruh cuci pakaian untuk menghidupi Afdu dan adiknya. Walau penghasilannya tidak seberapa, ibunda tetap menjalaninya dengan ikhlas. “Hanya berpenghasilan 200 ribu rupiah perbulan, uang segitu sebetulnya tidak cukup, tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa,” kata Kepala Cabang Rumah Yatim Pontianak, Rohim.

Walau hidup dalam keterbatasan ekonomi, namun pendidikan Afdu harus tetap berjalan. Demi mendukungnya, Rumah Yatim Cabang Pontianak memberikan program beasiswa dhuafa bagi Afdu, pada Rabu (16/9). Bantuan tersebut diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Rohim berharap, beasiswa yang diberikan kepada Afdu bisa bermanfaat dan membuatnya tidak bersedih lagi. Agar ia bisa lebih giat dalam belajar dan terus meningkatkan prestasinya. “Semoga beasiswa ini juga sedikitnya meringankan beban ibu,” tandasnya.

 

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend