Agar Tak Jenuh, Jajang Bersyukur Ada Relawan yang Melatih Karate Anak Asuhnya di Asrama

Sudah hampir enam bulan anak asuh Asrama Rumah Yatim Cabang Tegal mengikuti pembelajaran jarah jauh atau sekolah daring akibat pandemi Covid-19. Aktivitas sekolah dan lainnya dipusatkan di asrama. Sehingga, anak asuh tak pernah keluar asrama kecuali ada hal-hal yang darurat.

Berdasarkan informasi dari Kepala Asrama Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman, anak-anak tentu sudah mulai jenuh di asrama. Untuk merefresh fisik dan pikiran anak asuh, Jajang mengadakan beberapa kegiatan baru. Salah satunya latihan karate bagi anak asuh di asrama.

Latihan karate ini diikuti oleh anak asuh mukim maupun nonmukim. Pelatihnya sendiri ialah salah satu orangtua anak asuk nonmukim yang secara sukarela melatih anak-anak. “Ya ini inisiatif dari bapak Simpe Untung Setiadji yang ingin melatih anak asuh. Karena beliau memang suka mengajar karate di sekolah-sekolah,,” kata Jajang, Jumat (28/8).

Inisiatif itu tentu disambut baik oleh Jajang, agar anak asuh tak jenuh berada di asrama. Serta jadi pengalaman baru bagi anak asuhnya. “Selain melatih bela diri dan menjaga kesehatan fisik, mudah-mudahan anak-anak juga ada yang berbakat di karate, sehingga ke depannya bisa mengikuti lomba,” paparnya.

Latihan karate ini, kata dia, baru dilaksanakan dua kali di halaman asrama. Menurutnya, latihan ini akan terus dirutinkan setiap hari Selasa. “Alhamdulillah sejauh ini anak-anak begitu antusias, semoga ke depannya terus semangat dan lancar,” tuturnya.

Jajang mengaku sangat bersyukur anak asuhnya memiliki kegiatan baru di tengah pandemi ini. Ia juga berterima kasih kepada bapak Simpe yang secara sukarela melatih anak-anak. “Mudah-mudahan kebaikan bapak Simpe dibalas dengan yang lebih baik oleh Allah,” tutup Jajang.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend