Akbar Rela Berjalan Dua Jam untuk Menikmati Indahnya Sekolah

Air matanya tidak terbendung saat relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyapanya di ruang kelas MI Tarbiyatul Falah di Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Banyak kata yang diucapkan, namun tertutup suara sendu bersamaan dengan tangisnya.

Ialah Akbar, seorang anak yang saat ini duduk di bangku kelas empat. Peci hitam terus menempel padanya. Dibalut baju pramuka yang menandakan kerapihannya. Kulit sawo matang pada dirinya menjadi bukti perjuangannya yang harus berjalan selama dua jam untuk bersekolah setiap hari.

Benarlah, Akbar harus berjalan kaki dari rumahnya yang cukup jauh ke MI Tarbiyatul Falah. Butuh waktu untuk bisa menikmati pelajaran yang guru sajikan. Bahkan, ia harus mulai berjalan sejak petang sekitar pukul 05.00 dini hari. Hal ini agar, tidak terlambat untuk masuk jam pelajaran pertama.

“Dia sempat menangis, saat kami menanyakan cita-cita dan keluarganya,” papar Ali Ridwan, relawan Rumah Yatim.

Akbar merupakan anak dari seorang buruh panggul. Ibunya seorang ibu rumah tangga. Tidak banyak yang didambakan oleh Akbar, hanya ingin menjadi seorang pilot. Namun naas keadaan saat ini membuat Akbar tidak sanggup membayangkan impiannya tersebut.

“Akbar merasa sedih sehingga meneteskan air mata, dikarenakan citanya menjadi pilot tidak sesuai dengan keadaan perekonomian keluarganya,” ungkap Ali.

Kendati demikian, Akbar merupakan salah seorang siswa yang berprestasi. Baik secara akademik maupun kegiatan di luar pembelajaran formal. Namun, kondisi ekonomi yang kurang menjadi pemicu semangat akbar agar terus berjuang. Salah satunya, ia rela berjalan kaki selama dua jam hanya untuk menikmati indahnya sekolah dan belajar.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend