Akibat Wabah Pandemi, Mata Pencaharian Astuty Hilang

Akibat Wabah Pandemi, Mata Pencaharian Astuty Hilang

Astuty (67) hanya bisa pasrah sejak wabah pandemi mulai merebak. Kini ia hanya tinggal di rumah berukuran sekitar 3×3 meter persegi di atas tanah orang lain, di Jalan Sudirman RT 40, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sehari hari Astuty bekerja sebagai seorang pemulung. Selama wabah pandemi saat ini, mata pencahariannya untuk mengais rezeki lewat barang bekas hilang. Selain sejumlah wilayah mulai diperketat aksesnya, kelemahan fisik menjadi alasannya.

Ia saat ini tinggal bersama ketiga anak dan cucunya. Sebelum wabah corona merebak, anaknya bekerja serabutan. Namun, kini hanya berdiam diri karena geraknya batasi. Bahkan, tempat dirinya biasa bekerja sudah tidak beroperasi lagi.

“Selama corona tidak ada pekerjaan jadi tidak ada penghasilan,” ucap Astuty, saat menerima bantuan kebutuhan pokok dari Rumah Yatim area Kalimantan, Senin (13/4) lalu.

Ia bersyukur, Rumah Yatim Kalimantan datang berkunjung untuk memberikan bantuan bahan pokok. Karena, persediaan makanan yang ada di rumahnya mulai menipis bahkan mendekati habis.

“Alhamdulillah terima kasih atas bantuannya,” ungkap Astuty.

 

 

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend