Alami Katarak, Mingsar Berjuang Penuhi Kebutuhan Harian Istri dan Dua Anak dengan Menjadi Tukang Pijat

Sejak tiga tahun lalu, kehidupan Mingsar sudah tidak sama lagi. Hal iti akibat penyakit katarak yang dideritanya yang menyebabkan matanya kesulitan dalam melihat.

Meski begitu, ia tetap bertanggung jawab menjadi seorang suami dan ayah dari dua anaknya. Saat ini, Mingsar mencari nafkah lewat menjadi tukang pijat keliling.

Hal itu tiada lain adalah untuk memenuhi kebutuhan pokok istri dan anaknya. Dalam satu hari, rata-rata penghasilan yang didapat oleh Mingsar hanya sekitar 25 ribu rupiah.

Walau penghasilannya itu tidak memenuhi kebutuhan harian keluarga, namun ia tak bisa berbuat banyak. Oleh karenanya, sang istri juga turut membantu mencari nafkah dengan bekerja serabutan di pasar.

“Istrinya jadi buruh di pasar, bantu-bantu pedagang sayur, supaya dapat tambahan penghasilan,” papar Relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Fauzy.

Menurutnya, semangat perjuangan pasangan suami istri ini patut diacungi jempol. Hal itu juga dilakukan mereka demi menyekolahkan kedua anaknya. Diketahui, anak pertamanya sudah duduk di bangku kelas 5 SD, sedangkan anak keduanya baru akan bersekolah.

Pada Senin (13/9), Rumah Yatim Regional Jabodetabek mengunjungi kediaman mereka di Kampung Dongkal RT 04 RW 03, Desa Gaga, Kabupaten Tangerang. Kunjungan ini untuk memberikan bantuan biaya hidup.

Fauzy mengatakan, kondisi rumahnya pun tak layal huni. Oleh karenanya, bantuan yang diberikan harapannya dapat meringankan beban mereka.

“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi mereka dan memberi keberkahan, mudah-mudahan anak-anaknya kelak bisa mengangkat derajat keluarga,” harapnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend