Amin Bersyukur Cucunya Peroleh Pendidikan Layak di Rumah Yatim

Lelaki paruh baya itu hanya bisa bersyukur. Berbincang dan bercerita di sela pekerjaannya. Kulitnya yang semakin keriput menjadi saksi usahanya. Setiap langkah yang diinjaknya menjadi doa bagi sang cucu, Fahmi (10).

Sejak sepeningggal ibunya Fahmi, kakek Amin seorang diri membesarkan sang cucu. Bahkan, lewat jerih payah disisa tenaganya dia korbankan. Kini, saat fisiknya semakin rapuh ia hanya bisa berdoa. Sang cucu kini sudah jauh dari dekapannya sejak 2015 silam.

Perbincangan itu tidak begitu lama. Bertutur dalam lemah lembut bahasa sunda, ia bersyukur. Sang cucu,Fahmi, kini sudah bisa menikmati kehidupan yang baik. Hal itu disampaikan Kakek Amin, saat berbincang. Ia bersyukur cucunya bisa mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak saat ini.

“Alhamdulillah Fahmi bisa tinggal dan dididik oleh Rumah Yatim,” ungkapnya, saat matahari mulai meninggi, Selasa (4/9).

Menurut Amin, ia membesarkan Fahmi sejak usia empat bulan. Hal itu, dikarenakan ayah kandung Fahmi tidak lagi memberikan perhatian. Sampai saat Rumah Yatim hadir di usia Fahmi yang beranjak dewasa. Saat itu, kata Amin, usia Fahmi sudah siap untuk sekolah dasar.

Amin bersyukur, Rumah Yatim memberikan kehidupan yang layak bagi Fahmi. Pendidikan hingga pakaian. Ia kini hanya bisa berdoa, untuk kesehatan Fahmi dan kesejahteraan Rumah Yatim yang telah mendidiknya.

“Saya hanya bisa berdoa kepada yang mengurus Fahmi di Rumah Yatim,” tutur Amin.

Tidak terbendung rasa syukur tersebut terus disampaikan Amin. Hingga ia lupa hari semakin siang. Bahkan, ia sempat terhenti sejenak. Menarik nafas dan bercerita. Ia sampai saat ini sebenarnya tidak pernah menyangka cucunya bisa mendapatkan kehidupan yang saat ini.

“Perasaan saya mengucapkan terima kasih, pada awalnya saya tidak menyangka Fahmi bisa masuk Rumah Yatim, dan sampai sekarang bisa sekolah,” ujarnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend