Anak Asuh Yogyakarta Tadabur Alam ke Bukit Plawangan

Anak Asuh Yogyakarta Tadabur Alam ke Bukit Plawangan

Rumah Yatim Yogyakarta mengajak anak-anak asuhnya untuk rihlah ke Bukit Plawangan dalam rangka mengisi waktu liburan. Perjalanan dimulai pukul 10.00 WIB. Menurut pengurus Rumah Yatim, Nurma Madjid, perjalanan sedikit terlambat karena sebelumnya anak-anak membantu dirinya memasak untuk persiapan, dan sebelum berangkat para pengurus dan anak yatim mengaji Alquran terlebih dahulu.

Selama perjalanan, anak-anak sangat semangat, meski cukup melelahkan dan menyita waktu dua jam setengah menuju puncak bukit. Namun tujuan Rumah Yatim agar anak-anak dapat bertadabur alam dapat tersampaikan dengan baik. Indahnya hutan lindung dengan pohon-pohon besar di sekelilingnya membuat anak asuh putri Monjali dan putra Kaliurang ini tak henti takjub serta mengucap syukur atas keindahan alam yang masih asri dan terjaga.

Sesampainya di bukit, para pengurus meminta anak-anak untuk beristirahat dan makan siang. Kenikmatan sungguh terasa, nikmatnya menyantap sajian di tengah rasa lelah dan indahnya alam menyatu dengan sempurna. Setelah istirahat dan shalat, selanjutnya anak-anak diajak untuk mengikuti pembinaan yang dipimpin oleh pengurus Rumah Yatim, memantapkan hati mereka untuk senantiasa taat kepada Allah SWT yang sudah memberikan mereka ribuan nikmat. Tak lupa para pengurus pun memberikan tugas untuk membaca Alquran one day one juz seusai rihlah.

“Mereka diberikan tugas untuk membaca Alquran sesampainya di asrama, sebagai bukti bahwa mereka taat dan mencintai Allah,” papar Nurma.

Selesai pembinaan, para pengurus mengajak anak-anak untuk lebih mengenal keindahan bukit, dengan mengajak mereka ke Goa Jepang, goa yang sangat gelap dan penuh sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Ia menuturkan, rihlah yang cukup menguras tenaga ini memberikan anak asuh pengalaman yang berharga. Mereka bisa refreshing dan juga bertadaburm Harapannya sebagai pengurus, semoga anak-anak bisa menjadi lebih baik setelah melakukan kegiatan ini.

“Alhamdulillah, setelah rihlah ada perubahan positif dalam diri anak-anak terutama dalam hal mengaji. Meskipun pada waktu pulang dari bukit mereka kelelahan, tapi mereka konsisten mengerjakan tugas,” ungkapnya.

 

Di tulis oleh : Enuy Nurhayati Pada tanggal 2018-05-12 10:32:25

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend