Sudah sejak Februari, panca indra penglihatan Andri tidak bisa berfungsi. Kini, sehari-hari ia harus bertahan dengan gelapnya hari setiap waktu di kediamannya, di Kampung Hegarmana RT 04 RW 05, Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Bertahan dengan segala kekurangan di rumah kontrakannya, Andri selalu berharap ada jalan kelaur dari yang dialaminya. Bahkan, tatapan matanya tampak kosong saat relawan Rumah Yatim datang mengunjungi. Hanya senyum yang bisa tersampaikan dari Andri atas rasa bahagianya.

“Karena sudah sejak April ia tidak bisa berobat, maka itu kami berkunjung,” papar Solehudin, Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat.

Ia mengatakan, kedatangannya ke rumah Andri untuk memberikan bantuan dalam program peduli sesama. Bantuan ini, merupakan bentuk dukungan Rumah Yatim untuk membantu kebutuhan Andri dan keluarga. Bahkan, kata Solehudin, saat ini kebutuhan harian Andri dan keluarga hanya dari sanak saudaranya.

“Tidak ada penghasilan sama sekali, mudah-mudahan bantuan kami bisa meringankan,” ungkapnya.

Bantuan yang diberikan, sambung Solehudin, memang tidak begitu besar. Namun, diharapkan bantuan tersebut bisa dipergunakan untuk keperluan harian maupun pengobatan.

“Mudah-mudahan bisa membantu kehidupannya sehari-hari, walaupun tidak banyak,” kata Solehudin.

Sebelumnya, dari informasi yang didapatkan relawan Rumah Yatim, penyakit Andri berawal dari kesalahan meminum obat. Selain itu, penghasilan Andri mulai terputus sejak penglihatannya tidak bisa normal pada Februari lalu. “Total tidak bisa melihat,” terang Solehudin.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat