Annisah, Bocah Cilik Penjual Pisang, Terima Bantuan Rumah Yatim

Annisah Nurhidayah (11), seorang gadis kecil yang harus bekerja keras demi membantu perekonomian keluarganya.

Ia ditinggal oleh ayahnya sejak berumur 5 tahun, sampai saat ini, tidak ada kabar dari ayahnya tersebut, keluarganya pun tidak tahu keberadaan ayah Annisah.

Sudah 6 tahun berlalu, keluarga Annisah hidup tanpa sosok seorang ayah, mereka harus bertahan dari kerasnya hidup. Ibunya bekerja sebagai penjual pempek dan roti keliling, dagangannya tersebut ia dapat dari orang lain, Ibu Annisah hanya menjualnya saja.

Selain berjualan, ibunya juga bekerja sebagai buruh cuci dengan gaji Rp250.000,00 per bulan. Dengan penghasilannya yang minim tersebut, ibunya belum mampu untuk memenuhi semua kebutuhan keluarganya. Sehingga membuat anak-anaknya berinisiatif untuk membantu ibunya.

Seperti Annisah, ia ikut bekerja sebagai penjual pisang. Setiap harinya, Annisah pergi ke sekolah dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, selanjutnya ia pergi berjualan. Terkadang jika di hari libur, Annisa lebih cepat untuk pergi berjualannya.

Sementara kakaknya berhenti sekolah karena tidak mempunyai ponsel untuk sekolah daring.

Kepala Cabang Rumah Yatim Sumatera Selatan (Sumsel), Weli Susanto, mengaku sedih melihat Annisah duduk sendirian berjualan pisang dipinggir jalan.

“Tempat jualan Annisah dekat dengan kantor, saya suka sedih melihatnya berjualan sendiri. Bayangin saja kalau itu adik kita sendiri pasti ga tega melihatnya. Terkadang saat mampir kalau ditanya udah makan belum annisah? Eh, anaknya senyum-senyum saja. Ya begitulah hati anak kecil, hatinya masih bening,” ungkap Weli.

Oleh karenanya, Rumah Yatim Cabang Sumsel, menyalurkan bantuan untuk Annisah berupa bahan makanan pokok sehari-hari.

Bantuan tersebut, disalurkan langsung ke kediamannya di Jalan May Zen LR Sahabat, Desa Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumsel.

Weli menambahkan, keluarga Annisah masih membutuhkan bantuan.

“Bantuan yang paling dibutuhkan keluarga Annisah saat ini ialah ponsel untuk sekolah, biaya pendidikan yang sempat nunggak, serta perbaikan lantai rumah,” tuturnya.

Jurnalis : Solehan Yusuf

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend