Antusiasme Puluhan Nelayan dan Pedagang Pulau Tunda Usai Terima Bantuan Biaya Hidup

5 orang relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek Minggu (13/9) lalu berangkat menuju Kampung Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kelurahan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, untuk menyalurkan program bantuan biaya hidup kepada masyarakat setempat. Bantuan tersebut berhasil disalurkan kepada 80 warga dhuafa dan lansia.

Relawan Rumah Yatim, Nina, menuturkan jika perjalanan menuju Pulau Tunda ditempuh menggunakan perahu lokal selama tiga jam perjalanan.

“Ada 5 relawan yang berangkat menuju Pulau Tunda, kami berangkat menggunakan satu perahu lokal yang hanya tersedia sebanyak 3 kali jadwal pemberangkatan dalam 1 minggu dan menempuh total 3 jam perjalanan. Relawan berangkat pukul 2 siang dan sampai ke tujuan pukul 5 sore”, tutur Nina.

Nina juga menuturkan bahwa sebagian besar warga Pulau Tunda bermata pencaharian sebagai Nelayan dan Pedagang. Meski Pulau Tunda merupakan pulau wisata, namun masih banyak warga yang hidup dalam kondisi prasejahtera.

Akses listrik di Pulau Tunda masih terbatas, hanya dari pukul 18.00 hingga pukul 05.00 waktu setempat. Hal tersebut dikarenakan pengelolaan listrik masih menggunakan teknologi diesel yang kapasitasnya kecil dan menghabiskan biaya. “ Untuk listrik dikelola secara swadaya oleh warga setempat”, tambahnya

Terbatasnya akses listrik di Pulau Tunda menjadi salah satu pengaruh besar lambatnya perkembangan ekonomi di Pulau Tunda. Banyak warga yang mengeluh dengan kondisi tersebut, menurut mereka ketersediaan listrik yang memadai akan sangat berpengaruh pada penghasilan mereka.

Berlandaskan alasan ini Rumah Yatim Regional Jabodetabek bergerak menyalurkan bantuan ke Pulau Tunda dengan harapan dapat membantu pengembangan perekonomian warga Pulau Tunda. Pada pukul 17.00 saat relawan Rumah Yatim sampai untuk menyalurkan bantuan, warga sangat antusias dan menyampaikan terima kasihnya kepada Rumah Yatim serta Donatur atas manfaat yang mereka terima.

“Kami sangat merasa terbantu dan senang dengan kedatangan Laznas Rumah Yatim ke daerah kami semoga kesehatan dan kelancaran selalu untuk para donatur dan tim Rumah Yatim”, tutur Hasyim (60) selaku Kepala Desa Wargasara.

Nina berharap bantuan yang disalurkan bisa meringankan beban masyarakat Pulau Tandu serta kedepannya ia bersama tim relawan Rumah Yatim lainnya bisa kembali kesana untuk menyalurkan bantuan.

Penulis: Alif Shafwan

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend