Anugerah Terus Pikirkan Seragamnya yang Tertimbun Reruntuhan

Sisa lumpur dan rumah hancur masih terhampar akibat dihantam gempa dan tsunami di kawasan Palu dan sekitarnya pada akhir September lalu. Wajah lugunya masih memperlihatkan senyum dan keceriaan. Hampir tiga pekan berlalu, luka itu kini berangsur pulih. Namun, Anugerah (8) terus memikirkan seragam sekolahnya yang terkubur puing-puing bangunan akibat gempa.

Saat gempa terjadi, anak bungsu dari tiga bersaudara itu Iangsung diseret berlari oleh kakaknya menyelamatkan diri dari bencana. Kemudian dalam sekejap bangunan rumahnya langsung runtuh. Hal ini disampaikan oleh sang Ayah yang bekerja sebagai penjual siomay, Umar. Ketika berlari, kaki mungilnya terinjak-injak oleh kaki orang dewasa yang sama ingin menyelamatkan diri.

“Ketika saya tanya, bagaimana kondisinya, ia sempat merintih begini, ‘Bapak kakiku sakit, kena injak orang’. Alhamdulillah anak itu tidak mengeluh dengan adanya kejadian seperti ini,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Anugerah, bahwa ia bergegas lari melewati lorong sempit untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman. Namun pasca gempa, ia terus memikirkan seragam sekolahnya yang telah tertimbun bangunan runtuh.

“Baju seragam, tas, dan sepatuku tidak ada, aku bingung, nanti sekolah aku tidak punya baju seragam, bagaimana sekolah saya,” tuturnya dengan penuh lirih.

Kini, ia harus rela tinggal di pengungsian yang kian sesak bersama ratusan jiwa lainnya. Hingga ditemui tim relawan Rumah Yatim pada beberapa hari yang lalu saat menyalurkan bantuan, Anugerah tetap memperlihatkan keceriaannya. Ia bermain sendiri, menyapu sekitar area pengungsian dan menurut sang ayah ia jarang termenung.

Kendati demikian, Umar berharap anak bungsunya itu tetap kuat di segala kondisi. Hal itu diakuinya, bahwa ia merupakan sosok anak yang kuat, pemberani dan ceria. Serta ia pun berterima kasih kepada Rumah Yatim telah memberinya bantuan, bahkan ia mengaku senang dan terhibur.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend