Anak asuh Asrama Rumah Yatim Cabang Mataram gencar menargetkan hafalan satu bulan satu juz. Sehingga dalam satu tahun ditargetkan bisa mencapai hafalan 12 juz. Berbagai metode hafalan telah digagas oleh Kepala Asrama maupun Pendkes Asrama. Hal itu dilakukan agar anak asuh bisa menjadi hafidz. Mengingat manfaat menghafal Alquran itu besar bagi kehidupan sehari-hari.

Selepas pulang sekolah maupun sebelum tidur kata Salma Hasanah selaku pengurus Asrama Mataram, anak-anak rutin melakukan murojaah, karena mereka bersaing ingin menjadi anak asuh terbaik. Hal itu tentunya menjadi motivasi serta semangat anak asuh dalam menghafal.

“Mulai ada perubahan, setiap pulang sekolah, sebelum tidur murojaah dulu, karena mereka bersaing, anak-anak mulai punya pikiran ingin jadi anak yang terbaik,” ungkapnya.

Untuk kegiatan asrama saat ini, kata dia, masih difokuskan dulu ke target hafalan. Setiap jenjang pendidikan anam asuh target hafalannya berbeda-beda. Untuk siswa SMA ditargetkan dalam tiga tahun ke depan bisa menghafal 30 juz. Oleh karena itu, murojaah hafalan terus digencarkan setiap harinya oleh anak asuh, tanpa menunggu perintah dari Kepala Asrama.

Metode hafalan yang digunakan setiap jenjang pendidikan anak pun berbeda, hal itu karena menurut Salma kapasitas kemampuan anak SD dan SMA berbeda. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi semangat anak asuh dalam berkompetisi untuk menghafal.

“Untuk tahfidz anak-anak memang semangat. Kita konsepnya masih untuk SMA, yang SMP dan SD mau dicoba juga, karena kan yang pegang murojaahnya beda-beda,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihak asrama akan terus berupaya membantu anak asuh bisa menggapai impiannya. Terlebih untuk ke depannya akan diadakan bimbel untuk menunjang kemampuan akademik anak. Menurutnya, mimpi itu akan terwujud jika kita mau mengaplikasikannya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat