Bangunan Nyaris Roboh, Rumah Yatim Bantu Pembangunan Ponpes Al-Mu’min

Bangunan Nyaris Roboh, Rumah Yatim Bantu Pembangunan Ponpes Al-Mu’min

Hampir 20 tahun lamanya Pondok Pesantren Al-Mu’min berdiri dengan kondisi sarana seadanya. Saat ini, kondisi bangunan  hampir roboh karena memang hanya terbuat dari bilik bambu. Bahkan seringkali membuat tidak nyaman para santri saat tengah melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

Dibalik bilik bambu itu pula, puluhan santri menimba ilmu dan pengetahuan tentang agama Islam. Saat ini para santri harus belajar di saung atau gubuk terbuka yang sengaja dibuat agar mereka bisa belajar dengan rasa aman  serta rasa khawatir akan tertimpa bangunan yang sewaktu-waktu akan runtuh.

“Awalnya pesantren ini sudah ada yang roboh dan tidak layak pakai. Bahkan seluruh siswa mulai dari MI sampe MTs, mereka harus belajar disaung gubuk seperti itu,” terang Ali Ridwan, selaku relawan Rumah Yatim, Kamis (2/7).

Dibalik bangunan yang telah usang itu pula, ada banyak mimpi yang ingin dirajut para santri dan pengurus pesantren. Pondok pesantren Al-Mu’min yang terletak di Kampung Leuwimuja, Desa Sukasenang, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, merupakan tempat bernaung para santri yang ingin mewujudkan impiannya.

Untuk itu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek telah menggalang dana untuk pembangunan ruang belajar ponpes tersebut. Bantuan ini diberikan agar para santri bisa belajar dengan aman di bangunan yang layak. Ali mengatakan, pembangunan yang tengah dilakukan ini akan mendirikan empat kelas sebagai sarana belajar santri.

“Pembangunan ini sudah di mulai sekitar tiga bulan lalu dan yang udah jadi baru 1 kelas untuk tahap pertama. Sekarang sedang digarap kelas kedua. Semuanya dilakukan secara bertahap,” jelasnya

Targetnya, pembangunan yang telah digarap 50 persen ini akan selesai dalam waktu dua bulan mendatang. Menurutnya, pembangunan ini bisa terealisasi berkat partisipasi donatur yang berdonasi di Rumah yatim. Kendati demikian, Ali berharap, kedepannya bangunan ini bisa dipergunakan untuk sarana belajar siswa dan bisa memberikan rasa nyaman saat belajar.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend