Banjir Bandang Di Masamba, Rumah Yatim Tempuh 10 Jam Untuk Salurkan Bantuan

Banjir Bandang Di Masamba, Rumah Yatim Tempuh 10 Jam Untuk Salurkan Bantuan

Sekitar pukul 07.45 WITA pagi waktu setempat, Relawan Rumah Yatim Cabang Makassar bergegas memasuki sebuah mobil  berwarna silver. Di dalam mobil tersebut, terdapat relawan lembaga sosial lain yang akan turut serta melakukan perjalanan ke sebuah desa yang letaknya sangat jauh.

Desa tersebut bernama Kecamatan Masamba, Kabupaten Lutra, Sulawesi Selatan. Tak tanggung-tanggung, lokasi yang begitu jauh dari Kota Makassar membuat tim Rumah Yatim harus menempuh waktu kurang lebih 10 jam perjalanan darat .

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (13/7) kemarin telah menyebabkan Sungai Masamba meluap sehingga menyebabkan banjir bandang di wilayah tersebut. Akibatnya, banjir telah menutup akses Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan Palopo dan Masamba di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.

Di tengah ketakutan virus corona yang masih mewabah, kini para penyintas banjir dihadapkan oleh kejadian tersebut yang menambah ketakutan mereka. Belum lagi hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut, kini membuat perasaan mereka semakin was-was. Akibat kejadian tersebut, berdasarkan informasi yang terhimpun, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia dan beberapa orang lainnya hilang.

Mengetahui kejadian tersebut, tim Rumah Yatim bergegas melakukan perjalanan ke sana untuk menyalurkan sejumlah bantuan beruba MCK dan makanan siap saji bagi warga terdampak.

“Alhamdulillah lancar, sudah melewati 5 Kota. Kita baru sampai Sidrap jam 2, itu belum setengahnya (perjalanan). Kemungkinan kita sampai Masampa, jam 5 sore atau setelah magrib,” kata Kepala Cabang Rumah Yatim Makassar, Windi Suwandi, Kamis (15/7).

Rencananya, setelah sampai di lokasi, pada keesokan harinya Relawan Rumah Yatim akan melakukan assesment dan memberi bantuan. Selain itu, Rumah Yatim akan melakukan penggalangan dana untuk warga terdampak banjir bandang di daerah tesebut.

“Besoknya kita langsung menyalurkan dan siangnya berangkat pulang. Ada info juga kalau di sana listrik mati, sinyal kurang memadai, dan air bersih nya kurang,” tandasnya.

 

 

 

Penulis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend