Banjir Bandang Melanda Kabupaten Cianjur, Rumah Yatim Siap Salurkan Bantuan

Minggu (4/10) dini hari lalu, musibah banjir bandang melanda Kabupaten Cianjur, yang meliputi 4 kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Leles, Agrabinta, Kadupandak, dan Cijati.

Tim Relawan Rumah Yatim siang ini berangkat menuju salah satu daerah terdampak banjir yaitu Desa Pusakasari. Tim Relawan juga sempat mewawancarai beberapa warga Pusakasari atas kejadian yang melanda dini hari lalu, serta melakukan survey untuk penyaluran bantuan selanjutnya.

Asep Maulana Abdul Azis, Ketua RT.01/RW.01 Desa Pusakasari, Kecamatan Leles, mengabarkan saat ini diketahui terdapat 43 rumah yang terdampak banjir dan longsor di wilayah RT.01, selain itu kurang lebih 10 orang menderita luka-luka. Azis juga menuturkan bantuan yang dibutuhkan oleh korban banjir meliputi sembako, pakaian, selimut, dan air bersih.

“Saat ini di RT.01 ada 43 Rumah yang terdampak banjir dan longsor, 10 orang luka-luka, tidak ada yang meninggal. Bantuan yang kami butuhkan saat ini yaitu sembako, pakaian, selimut, dan air bersih”, tutur Azis.

Relawan Rumah Yatim juga mewawancarai Uti, warga desa Pusakasari yang rumahnya runtuh terdampak banjir. Berikut Uti menjelaskan kronologis kejadian.

“Malam hari kemarin (3/10) hujan sangat deras setelah pukul 18.00, lalu kira-kira pukul 20.00 atau 21.00 air meluap hingga terjadi banjir, tinggi air saat itu mencapai 2-3 meter. Rumah saya runtuh total, tidak bisa aktifitas sama sekali”, tutur Uti.

Uti juga menambahkan kondisi banjir serupa telah melanda Desa Pusakasari setiap 5 tahun sekali. Uti juga mengharapkan penanggulangan pemerintah atas banjir yang melanda Kabupaten Cianjur.

“Sebetulnya sudah biasa banjir ini, biasanya 5 tahun sekali pasti banjir disini, tapi kali ini cukup tinggi air nya hingga 2-3 meter, biasanya hanya 1 meter. Saya harap pemerintah bisa menanggulangi banjir ini ya, karena sudah dari dulu”, lanjut Uti.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Cianjur merupakan hasil meluapnya Sungai Cisokan akibat hujan deras. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Irfan Sofyan, mengatakan sekitar 576 rumah warga terdampak banjir dan longsor, serta 800 orang luka-luka. Kejadian ini juga merusak jembatan di enam titik Kecamatan Leles.

“Jumlah sementara warga yang akan menjadi korban banjir mencapai 800 jiwa, kemungkinan akan bertambah karena masih ada data yang belum masuk dari lapangan. Akses jalan juga terganggu karena ada material longsor yang menutup badan jalan. Bahkan, tanah longsor di wilayah Cijati menimbun jalan utama, sehingga tidak bisa dilalui semua jenis kendaraan”, tutup Irfan.

Rumah Yatim akan segera menyalurkan bantuan kepada korban-korban terdampak banjir setelah mengumpulkan cukup data atas kebutuhan warga terdampak.

Penulis: Alif Shafwan

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend