Banjir Menerjang, Dede Pasrah Lima Hari di Dalam Rumah

Banjir Menerjang, Dede Pasrah Lima Hari di Dalam Rumah

Keterbatasan makanan cukup dirasakan oleh keluarga Dede dan Abdul Halim. Keduanya saat ini memilih bertahan di rumahnya yang terendam banjir di Kampung Ciputat RT 06 RW 06, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Hingga Senin (27/1) petang, ketinggian air mencapai satu meter.

Menurut Dede, ketinggian air pada awal banjir Kamis (23/1) lalu mencapai dua meter. Hal itu cukup dirasakan oleh ia dan keluarganya. Meluapnya air, kata dia, diakibatkan hujan deras dan meluapnya air Sungai Cisangkuy dan Sungai Citarum.

“Lima hari saya bertahan disini tidak bisa kemana mana, makan pum seadanya,” tutur nya, saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim.

Ia mengungkapkan, rasa khawatir terus menjadi ‘hantu’ saat malam tiba. Karena, biasanya air kembali meluap saat malam hari. Walaupun, hujan tidak turun di wilayah Andir. Hingga saat ini, sambung Dede, rasa was was tersebut dihadapinya dengan pasrah.

“Was was aja takut tiba tiba pas tidur naik lagi (air), kami cuman bisa pasrah nunggu surut,” imbuhnya.

Ketersediaan makanan keluarga Dede pula saat ini mulai habis. Ia hanya bisa membeli saat kondisi air benar benar aman. Itu pula, harus menerobos air banjir baik menggunakan perahu maupun jalan kaki.

“Tidak bisa bekerja, ga ada pemasukan lagi apalagi suami hanya serabutan, jadi nunggu aman aja,” ungkapnya.

ia bersyukur saat relawan Rumah Yatim Area Jawa Barat datang berkunjung untuk menyalurkan makanan siap saji. Hal itu menurut dia sangat membantu para korban yang masih bertahan di rumahmya saat ini.





Jurnalis : Calam Rahmat
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend