Banting Tulang Seorang Diri, Azizah Rela Berjualan Peyek Demi Besarkan Ketiga Buah Hatinya

Semenjak suaminya meninggal dunia, Nur Azizah (36) harus berjuang membesarkan ketiga anaknya seorang diri. Ia rela banting tulang demi terpenuhinya kebutuhan harian dan pendidikan anak-anaknya itu.

Setiap hari, Azizah diketahui membuat peyek untuk kemudian dijual ke warung-warung. Beruntung, ia memiliki anak-anak yang mau membantu dirinya. Sehingga, ia tidak begitu keteteran.

Anak pertamanya masih kelas 1 sekolah menengah pertama, anak keduanya kelas 3 sekolah dasar, dan anak bungsunya masih balita. “Alhamdulillah anak pertama dan keduanya sudah mandiri dan mau membantu sang ibu,” tutur Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman.

Ia menambahkan, hasil dari berjualan peyek yang dihasilkan Azizah tidaklah seberapa. Terkadang, menurutnya, mereka masih kesulitan memenuhi kebutuhan hariannya.

Oleh sebab itu, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan biaya hidup dan sembako kepada Azizah di kediamannya, di Desa Kramat, Kec. Kramat, Kab. Tegal, pada Selasa (2/3). Bantuan ini sebagai upaya membantu meringankan beban Azizah yang menjadi tulang punggung keluarga.

Jajang juga berharap, apa yang Rumah Yatim berikan bisa bermanfaat dan menjadi berkah. “Terima kasih kepada para donatur yang telah membantu masyarakat prasejahtera dan anak yatim,” tutupnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend