Bantuan Biaya Hidup Disalurkan Rumah Yatim di Kalijambe

Rumah Yatim Cabang Tegal yang dimotori oleh Jajang Khaeruman selaku Kepala Cabangnya sukses melaksanakan aksi kemanusiaan. Aksi tersebut dengan menyalurkan santunan biaya hidup untuk 25 mustahik di wilayah Kalijambe, Tarub Kecamatan Tegal.

Santunan digelar di kediaman Wahesah, salah satu penerima bantuan sekaligus nenek dari Lukman, salah satu anak asuh mukim Rumah Yatim Tegal.  Dikatakan Jajang, rata-rata para penerima bantuan ini terdiri dari lansia dan janda.

“Para penerima bantuan kali ini adalah lansia dan para janda. Untuk para lansia,  sebagian dari mereka masih bekerja sebagai petani kecil dan sebagian lagi sudah tidak mampu bekerja lagi. Sedangkan, untuk para janda, mereka bekerja sebagai buruh serabutan,” terangnya, Jumat (21/12).

Ia menerangkan, Kalijambe merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Tarub yang masih tergolong daerah tertinggal. Hampir seluruh rumah mereka sudah permanen. Namun sudah lusuh termakan waktu, untuk memasuki wilayah tersebut, Jajang bersama tim mesti menelusuri gang yang hanya cukup dengan sepeda motor.

Meskipun akses menuju lokasi tidaklah mudah, namun Jajang bersama tim merasa sangat senang karena kedatangannya disambut hangat para mustahik.Tampak rona wajah bahagia warga tunjukkan tatkala menerima santunan dari Rumah Yatim.

“Alhamdulillah santunan ini seperti rezeki yang tak terduga untuk kami,” ungkap Wahesah.

Untaian doa untuk Rumah Yatim dan para donatur dilantunkan para mustahik usai menerima bantuan. Mereka berharap Rumah Yatim bisa kembali memberikan bantuan. “Alhamdulillah terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepada kami, semoga Allah membalas semuanya,” ungkap Wahesah.

Masyarakat Kalijambe, Kec. Tarub, Tegal umumnya bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Dikarenakan sebagian besar wilayah Tarub adalah area persawahan. Selain itu banyak juga yang bekerja sebagai pedagang kecil dan serabutan. Umumnya masyarakat Tarub terdiri dari anak-anak, orangtua dan lansia. Sedangkan para pemuda kebanyakan merantau ke kota-kota besar di Pulau Jawa.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend