Bantuan Biaya Hidup Disalurkan Rumah Yatim di Kulon Progo

Kulon Progo merupakan salah satu wilayah yang difokuskan Rumah Yatim Area Yogyakarta untuk dijadikan lokasi penyaluran bantuan. Selain lokasi ini mayoritas warga prasejahtera yang hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Wilayah ini juga di dominasi para lansia yang hidup sebatang kara.

Pada Selasa (4/9) sore lalu, lembaga amil zakat Rumah Yatim ini kembali menyalurkan bantuan tunai biaya hidup kepada 10 warga prasejahtera terpilih di wilayah Pringtali, Kec. Samigaluh, Kulon Progo. Penyaluran bantuan ini digelar di kediaman Ketua Dukuh Pringtali, Ponijan.

Dikatakan Jejen Jatnika, salah satu tim relawan Rumah Yatim, sudah tiga kali Rumah Yatim menyalurkan bantuan biaya hidup di wilayah tersebut. Rumah Yatim sengaja memilih para penerimanya, agar bantuan bisa merata dan dirasakan oleh seluruh warga prasejahtera Pringtali.

“Sebelum Rumah Yatim menyalurkan bantuan di lokasi tersebut, kami selalu meminta data kepada pemerintah setempat mengenai jumlah warga kurang mampu yang belum pernah menerima bantuan dari Rumah Yatim. Kami sengaja melakukannya agar bantuan bisa diterima warga yang sangat membutuhkan bantuan,” paparnya, Rabu (5/9).

Ia mengatakan, jika sepuluh warga penerima bantuan ini hanya bekerja sebagai buruh tani. Saat ini mereka sedang kelimpungan mencari pekerjaan dikarenakan tidak ada petani yang menyuruh mereka bantu-bantu di sawah. Musim kemarau yang menimpa wilayah ini menjadikan sawah kering dan terpaksa para petani harus gagal panen dan tidak bisa memperbantukan para buruh tani.

“Alhamdulillah mereka terlihat sangat senang ketika menerima bantuan, mereka mengatakan jika bantuan ini diberikan di saat yang tepat, di saat mereka sedang kebingungan mencari sesuap nasi, Rumah Yatim hadir untuk memberikan bantuan,” kata Jejen.

Ketika menerima bantuan, mereka mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepada mereka. Mereka pun berdoa supaya Allah membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan para donatur.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend