Bantuan Biaya Hidup untuk Maisaroh, Pedagang Asongan yang Hidupi Empat Anak Yatim

Sepeninggal sang suami, Maisaroh memilih menjadi pedagang asongan demi bisa memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan keempat anak yatim nya.

Setiap hari ia ditemani dua anaknya yang masih kecil menyusuri lampu merah guna menjajakan tisu, minuman, dan tongsis. “Anak-anak ngga mau ditinggal, jadinya saya ajak mereka jualan,” ujarnya kepada tim relawan Rumah Yatim beberapa waktu lalu.

Maisaroh melanjutkan, dulu semasa suaminya masih hidup, ia menjadi pedagang kopi dan makanan di pasar, namun modal usahanya habis terpakai untuk kebutuhan hidup dan pengobatan sang suami.

Merespon hal tersebut, Rumah Yatim cabang Sumatera Selatan bersilaturahmi ke rumah kontrakan Maisaroh di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang guna memberikan bantuan biaya hidup berupa sembako, uang tunai dan peralatan MCK.

Maisaroh yang baru kali ini menerima bantuan dengan jumlah banyak, langsung menangis sembari berkali-kali mengucapkan syukur kepada Allah.

“Hanya doa yang bisa saya dan anak-anak lakukan untuk membalas semua ini. Terima kasih kepada para donatur Rumah Yatim, semoga Allah melimpahkan Rezeki, kesehatan dan keberkahan untuk bapak dan ibu. Semoga Rumah Yatim semakin sukses dan semakin banyak lagi membantu,” tutupnya.

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend