Bantuan Perlengkapan Sekolah Rumah Yatim Bawa Keceriaan Anak Yatim

Kesejahteraan pendidikan belum sepenuhnya dinikmati secara merata oleh anak-anak di pelosok nusantara. Faktor ekonomi menjadi pemicu utama banyak anak yang hendak putus sekolah. Oleh karena itu, Rumah Yatim Cabang Medan tergerak untuk kembali menyalurkan bantuan program Back To School (BTS). Bantuan ini berupa paket perlengkapan sekolah untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak prasejahtera.

Bertempat di Desa Marelan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (25/7), kedatangan Rumah Yatim disambut gembira oleh anak dan orangtua saat menyusuri kediaman anak yatim dan piatu. Penyaluran dilakukan secara door to door. Sebanyak enam paket perlengkapan sekolah telah disalurkan.

Kepala Cabang Medan, Harun menuturkan, kondisi anak-anak sangat memprihantinkan. Karena sang ibu hanya bekerja sebagai buruh cuci dengan penghasilan yang hanya mencukupi untuk makan sehari-hari saja. Sehingga tidak mampu untuk membelikan perlengkapan sekolah yang baru untuk anak-anaknya.

“Terdiri dari anak yatim dan yatim piatu. Pekerjaan orangtuanya mayoritas hanya sebagai buruh cuci, dan hanya mengandalkan penghasilan dari situ. Jadi dari segi pendidikan perlu perbaikan,” tuturnya.

Bahkan menurutnya, ada salah satu anak yang hendak putus sekolah karena hanya memiliki satu seragam. Sedangkan kondisi seragam tersebut lusuh dan berwarna kuning. Sehingga sering menjadi bahan ejekan dan cacian temannya di sekolah. Sang ibu tak bisa berbuat banyak karena tidak mampu membelikan seragam yang baru.

“Anak ini sempat mau berhenti sekolah karena sering diejek terus menerus sama temannya karena bajunya kucel bukan warna putih lagi nyaris kuning. Jadi ibunya gak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Jika sebelumnya terlihat putus asa, kata Harun, keceriaan dan kegembiraan terpancar dari wajah polosnya saat Rumah Yatim membagikan bantuan paket peralatan sekolah. Karena hal itu yang sangat dinantikan oleh anak-anak yatim. Sehingga diharapkan bantuan tersebut dapat menambah semangat anak-anak dan tetap percaya diri untuk terus semangat dalam meraih cita-citanya.

“Mudah-mudahan anak yang kita kasih bantuan ini dapat menambah semangat belajarnya. Meskipun belum bisa seperti anak-anak lainnya. Semoga semakin banyak lagi donatur yang menitipkan bantuan ini,” tutupnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend