Bantuan untuk Juniadi, Tukang Gali Kubur yang Hidup Sebatang Kara

Di usia senjanya, Juniadi (62) tinggal seorang diri. Diketahui, istrinya sudah lama meninggal dunia dan ia tidak memiliki anak. Dirinya bekerja sebagai tukang gali dan tukang bersih-bersih kuburan di TPU Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Sumatera Utara.

Relawan Rumah Yatim Cabang Sumut, Ibnu menuturkan, Juniadi bekerja setiap di hari Minggu saja. Pendapatan yang ia terima setiap bulannya hanya 300 ribu rupiah.

Walau hidup sebatang kara, namun pendapatan yang ia terima itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama satu bulan. Terkadang, kata dia, Juniadi kesulitan untuk makan.

“Untuk makan saja bapak ini kesulitan, tapi beliau tidak bisa mengandalkan siapa-siapa, jadi hidup seadanya saja,” tambah Ibnu.

Meski begitu, semangat hidupnya tak pernah padam. Ia masih terus bekerja walau kondisi fisik tidak sekuat dulu. Melihat hal itu, Rumah Yatim Cabang Sumut memberikan bantuan sembako bagi Juniadi, pada Sabtu (30/1).

Ia menyampaikan, bantuan dberikan guna membantu memenuhi kebutuhan pangannya. Semoga, kata dia, sedikitnya dapat meringankan beban Juniadi. Selain dirinya, ada ratusan warga prasejahtera lain yang mendapat bantuan serupa.

“Alhamdulillah. Terima kasih Rumah Yatim yang sudah memberikan bantuan sembako. Semoga apa yang Rumah Yatim beri, mendapat pahala yang berlipat ganda,” tutur Juniadi haru.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend