Banyak Kerusakan, Rumah Yatim NTB Survei Lokasi Terdampak Gempa

Gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang mengguncang kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8) berdampak pada kerugian materil. Diperkirakan 90 persen bangunan di wilayah tersebut mengalami kerusakan bahkan runtuh. Gempa susulan pun masih terjadi hingga saat ini.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang NTB melakukan survei ke salah satu lokasi terdampak gempa di wilayah Kota Mataram, Senin (6/8). Adapun tujuan survei tersebut, untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan serta para korban luka di pengungsian agar bisa melaksanakan aksi tanggap darurat dalam membantu korban bencana gempa.

Berdasarkan hasil survei di lima titik Kota Mataram, Salma selaku staf cabang NTB menyebutkan, untuk saat ini Kota Mataram merupakan salah satu wilayah terparah yang mengalami dampak gempa. Bahkan gedung-gedung tinggi seperti hotel, kampus dan beberapa kantor lainnya mengalami kerusakan berat.

“Kota Mataram kerusakannya lumayan besar, mulai dari gedung besar juga pada runtuh termasuk hotel, dari barat sampai utara, bangunan banyak yang runtuh,” terangnya saat dihubungi, Senin (6/8).

Sementara itu, kondisi korban di pengungsian, menurutnya, sangat memprihatinkan. Hampir di seluruh posko pengungsian, korban mengalami kelaparan karena kurangnya bahan makanan pokok, kurangnya bantuan medis serta obat-obatan, kurang tenda untuk para korban, serta bantuan lainnya. Oleh karena itu, Rumah Yatim akan melakukan aksi tanggap darurat dalam insiden ini.

“Kita sempat ngobrol sama warga setempat di pengungsian, katanya kekurangan makanan, karena toko pada tutup,” ungkapnya.

Kemudian segala kegiatan, mulai dari aktivitas sekolah, kantor dan transaksi jual beli di kawasan Lombok untuk sementara diberhentikan. Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan karena secara psikologis warga mengalami trauma berat akibat gempa.

Rencananya, tim Rumah Yatim NTB akan survei menyambangi wilayah lain yang terdampak gempa paling parah yaitu Lombok Utara. Kondisi lingkungan dan akses jalan yang belum memungkinkan karena banyaknya reruntuhan menjadi hambatan untuk datang ke lokasi pengungsian di wilayah lain.

 

Di tulis oleh : Dila Nurfadila Pada tanggal 2018-08-06 17:03:42

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat