Bekerja Menjadi Buruh Tani, Mundarni Bertahap Hidup Seorang Diri

Mundarni (70), sudah bertahun-tahun bertahan hidup seorang diri. Keadaan itu tepat sejak suaminya meninggal dunia. Dalam memenuhi kebutuhan harian, Mundarni mencari sesuap nasi dari hasil bekerja sebagai buruh tani di ladang milik orang lain.

Hal itu ia lakukan semata-mata untuk bertahan hidup seorang diri di tengah situasi sulit. Walau pekerjaannya tak menentu dan penghasilannya tidak seberapa. Namun, Mundarni tetep mejalaninya dengan tekun. Sebab, tak ada lagi yang bisa ia kerjakan selain dari itu.

Diketahui, ia bekerja ketika ada yang memanggil saja. Penghasilannya dalam sehari bisa mencapai 50 ribu rupiah, tapi sayangnya ia tidak setiap hari bekerja. “Karena tidak setiap hari bekerja, jadi penghasilannya kadang tidak cukup,” kata Kepala Cabang Rumah Yatim Padang, Sandi.

Mundarni sebetulnya memiliki satu orang anak. Kata dia, anak satu-satunya itu sudah menikah dan memilih hidup mandiri. Ia mengungkapkan, anaknya pun hidup dalam keterbatasan ekonomi, sehingga tak bisa banyak membantu ibunya tersebut.

Pada Jumat (16/10), Sandi mengunjungi kediaman Mundarni di Jalan Kayu Aro, Kampung Air Badak RT 05, Kel. Batang Barus, Kec. Gunung Talang, Kab. Solok. “Ya kondisinya memang memprihatinkan, rumahnya hanya terbuat dari kayu, dan sudah banyak kerusakan,” jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Padang memberikan bantuan biaya hidup bagi Mundarni. Harapannya, kata dia, bantuan ini bisa menjadi penyemangat hidup di usia senjanya. Serta bermanfaat untuk memenuhu kebutuhan pangannya.

“Alhamdulillah nenek Mundarni sangat senang, semoga bantuan Rumah Yatim ini bisa meringankan bebannya. Apalagi dia hidup sebatang kara, mudah-mudahan kehafiran kami menjadi pelipur lara,” tandasnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend