Berjuang Nafkahi Istri dan Anak dengan Kondisi Mata Katarak, Reso Dapat Perhatian Rumah Yatim

Sejak 2008 silam, Reso Suwiro (80) menderita penyakit katarak hingga sekarang. Namun, ia harus berjuang hidup menafkahi istri dan anaknya dengan kondisi matanya yang sakit.

Saat ini, ia hanya tinggal bersama istri dan anak satu-satunya. Namun, anaknya menderita gangguan jiwa sejak beberapa tahun yang lalu. Meski hidupnya berat, Reso dan istri tak pernah putus asa menjalani hidup ini.

Diketahui, setiap tiga hari sekali, Reso mesti menempuh jarak 5 km pulang pergi dengan berjalan kaki. Hal itu ia lakukan untuk berjualan tempe di pasar. Penghasilan yang didapat dari berjualannya hanya sekitar 250 ribu rupiah perbulan.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Yogyakarta, Jejen mengatakan, jika tidak ke pasar, Reso biasanya menjadi buruh tani dan buruh palawija. “Kehidupannya memang cukup memprihatinkan di usia yang sudah sepuh,” tuturnya.

Oleh karenanya, Rumah Yatim datang mengunjungi kediamannya di Kelurahan Pagerharjo, Kec. Samigaluh, Kab. Kulonprogo. Pada kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan bagi Reso dan keluarga, pada Senin (22/2).

Bantuan yang diberikan berupa satu paket sembako guna membantu memenuhi kebutuhan pokoknya. “Mudah-mudahan bermanfaat dan meringankan beban bapak Reso, semoga kondisi fisiknya pun sehat selalu,” tutup Jejen.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend