Berjuang Penuhi Kebutuhan Keluarga dalam Kondisi Terbatas Secara Fisik, Muslim Terima Bantuan Rumah Yatim

Sejak lahir, Muslim (25) terlahir dalam kondisi terbatas secara fisik. Di usia empat tahun, ia pun sudah harus kehilangan ayahanda tercinta.

Meski begitu, sebagai anak pertama, Muslim tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan bertanggung jawab. Buktinya, sejak lima tahun lalu seiring dengan sang ibu, Rohati (55) jatuh sakit, Muslim menjadi tulang punggung keluarga.

Saat itulah, ia harus mulai menafkahi ibu dan adiknya. Keterbatasan fisik tak menghalangi Muslim untuk berjuang demi keluarga tercinta.

Diketahui, ia bekerja serabutan dengan menggunakan sepeda yang sudah dimodifikasi untuk menunjang gerak tubuhnya. “Muslim bekerja apa saja, termasuk menerima tawaran berbelanja dari para tetangganya,” ungkap Relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Fauzy.

Menurutnya, penghasilan yang didapat oleh Muslim tidaklah seberapa. Apalagi, dirinya juga hanya menerima tawaran jasa tidak lebih dari lima kali.

Selain menjadi pekerja serabutan, Muslim juga memelihara ayam untuk kemudian dijual. “Saat ayamnya sudah cukup untuk dijual baru ia jual, uangnya ia pakai untuk membeli beras,” tambahnya.

Fauzy menegaskan, kehidupan Muslim dan keluarga memang benar-benar memprihatinkan. Kondisi rumahnya pun sudah tak bisa melindungi mereka dari hujan.

Oleh karenanya, Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyambangi kediaman Muslim di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. Pada kesempatan itu, Rumah Yatim memberikan bantuan biaya hidup.

Bantuan ini sebagai upaya membantu Muslim dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Fauzy berharap, bantuan ini bisa meringankan beban Muslim. “Harapannya dapat menjadi berkah,” pungkasnya.

Jurnalis: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend