Berjuang Rawat Anak Bungsu yang Cacat Mental, Saryu Dapat Bantuan Rumah Yatim

kini ia bekerja sebagai buruh cuci, dan buruh serabutan lainnya.

Hatinya selalu menangis tatkala melihat anak bungsunya dalam kondisi cacat mental. Kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya tak pernah ada batasnya. Seperti yang tengah dialami Saryu (68), harus berjuang sendiri dalam merawat anak bungsunya, Ahmad (34). Ia terpaksa mengikat kaki dan tangan Ahmad yang sering mengamuk dan bertindak tidak wajar. Janda tiga anak itu harus menjadi tulang punggung keluarga ditengah kondisi ekonomi nya yang terpuruk.

Kini ia bekerja sebagai buruh cuci, dan buruh serabutan lainnya. “Jika ada yang nyuruh, maka ia bekerja. Misalnya motong rumput, nyuci, dan beberes. Jika tidak ada, ia suka mungutin rongsokan,” kata Jajang, Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal.

Atas keterbatasannya itu, Saryu bercerita kalau Ahmad sejak SD awalnya demam, namun tidak diobati. Kian hari, panasnya semakin tinggi dan hanya pakai obat warung saja. Kemudian, hari-hari berikutnya kondisi Ahmad semakin parah.

“Kata Saryu, Ahmad sering ngelantur, pingsan, dan sering bertindak tidak seperti orang normal lainnya, dan tidak segan-segan membahayakan orang lain,” ungkap Jajang.

Sejak saat itu pula, sudah puluhan tahun lamanya, Saryu tetap kuat menghadapi anak kesayangannya itu. Namun, ia tak bisa memasukan Ahmad ke rumah sakit jiwa karena terkendala biaya.

“Kondisi Ahmad saat ini, hanya bisa duduk dan berbaring di ruangan 2 x 2 meter di gubuk yang seperti kandang kambing dengan tangan dan kaki terikat,” ungkapnya

Walau begitu, sebagai seorang ibu, Saryu tak pernah berhenti mendoakan Ahmad agar bisa sembuh. Melihat hal itu, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan sembako bagi Keluarga Saryu, Rabu (22/4) lalu.

Jajang mengatakan, harapannya bantuan ini dapat membantu meringankan beban Saryu. “Semoga bantuan ini juga bermanfaat dan membuat ibu Saryu tidak menyerah mengurus Ahmad,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis: Anjar Martiana
Redaktur : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend