Bertahan dari Terjangan Tsunami, Tubuh Nita Penuh Luka

Empat belas hari sudah tim relawan Rumah Yatim berada di Sulawesi Tengah untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana gempa dan tsunami. Tim relawan melakukan kunjungan ke beberapa pengungsian yang tersebar di  wilayah Palu, Sigi, Mamuju dan Donggala untuk memberikan motivasi dan bantuan logistik.

Tak lupa tim pun berkunjung ke beberapa lokasi yang mengalami kerusakan terparah akibat bencana tersebut. Selama kunjungannya, ada banyak pengungsi yang menceritakan perjuangan mereka ketika menghadapi bencana. Salah satu pengungsi tersebut ialah Nita (35) asal dari Silae Kec. Ulujadi, Palu.

Kepada tim ia bercerita, ketika gempa terjadi ia bersama anaknya sedang berada di kamar mandi. Ketika ia akan menyelamatkan diri, pintu kamar mandinya terkunci. Beruntung ada adik Nita yang mendobrak pintu tersebut, dan membawa anaknya pergi.

Nita saat itu tidak langsung menyelamatkan diri dikarenakan ia sibuk memakai pakaiannya. Usai ia memakai pakaiannya, tsunami pun menerjang rumahnya, Nita langsung berlindung dan ia pun selamat. Ketika air laut surut, Nita langsung lari keluar rumahnya.

“Saya kira tsunami sudah berakhir, ternyata masih ada. Ketika saya berlari, tsunami kembali datang dan langsung  menyeret saya. Saat itu saya langsung memegang apapun agar tidak terbawa arus. Alhamdulillah saya berhasil berlindung meskipun saya banyak menelan air laut dan badan saya rusak tertimpa barang-barang yang terseret air,” paparnya, Senin (16/10)

Kepada tim ia menunjukan lukanya. Ia mengatakan, jika lukanya ini sudah dijahit dan ditangani tim medis dua hari setelah bencana tersebut terjadi.

“Saya ditemukan tim relawan itu jam setengah tujuh malam, saya baru mendapat penanganan itu jam dua pagi hari Sabtu, namun luka saya di jahitnya itu Minggu pagi dikarenakan pas hari Sabtu itu jalan menuju rumah sakit tertutup reruntuhan,” ungkapnya.

Nita merasa bersyukur karena Allah telah menyelamatkannya dari bencana besar tersebut. Meskipun ia harus berjuang melawan terjangan tsunami. Ia pun bersyukur karena keluarganya terutama anaknya pun selamat. Ia berharap, wilayah Palu dan sekitarnya segera pulih, agar masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.

Usai bercerita, Nita pun mengucapkan terima kasih kepada tim relawan Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepadanya dan kepada para pengungsi di Palu.

 

Jurnalis: Sinta Guslia

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend