Dedi : Banyak Dukanya, Seperti Dijauhi Penumpang

Dedi : Banyak Dukanya, Seperti Dijauhi Penumpang

Sejumlah sopir angkutan kota di Antapani mengeluhkan turunnya pendapatan akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan saat pembagian sembako yang diinisiasi Rumah Yatim Area Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Salah satunya disampaikan oleh Dedi, yang sehari hari menggantungkan hidup dari jalanan. Dedi mengatakan, sejak wabah corona merebak, penghasilannya turun drastis. Imbas ini sangat dirasakan oleh dirinya dan rekan rekan lainnya.

Ia menjelaskan, biasanya dalam satu rit (perjalanan pulang pergi) bisa mengantongi uang 50 ribu rupiah. Namun, saat ini hanya mendapakan 25 ribu rupiah. Belum lagi, kata dia, dipotong untuk uang bensin.

“Setelah adanya corona minim (pendapatan) bahkan tidak mencukupi,” tuturnya.

Dedi mengungkapkan, saat ini ia dan rekan rekan seperkerjaan harus tetap bertahan walaupun jalanan mulai sepi. Karena, lewat Angkot lah keluarga masing masing bisa terpenuhi kebutuhannya. Mirisnya lagi, kata dia, saat ini akibat wabah sekan akan dijauhi para penumpang.

“Sebetulnya banyak dukanya, terutama penumpang sudah tidak ada hanya satu dua, dan dukanya juga seperti dijauhi penumpang,” ungkapnya.

Ia sebagai sopir Angkot berharap pemerintah segera menemukan cara untuk mengakhiri wabah corona. Agar, jalanan tempat dirinya mencari nafkah bisa ramai penumpang. “Harapan sebagai supir Angkot, ingin cepat berlalu wabahnya. Pemerintah cepat mencari penangkalnya dan kita kembali normal lagi,” tutupnya.

 

 

 

Jurnalis : Calam Rahmat

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
why?
Send this to a friend