Ditengah Himpitan Ekonomi, Salwa Yatim Prestasi Optimis Menjadi Dokter

Ditengah Himpitan Ekonomi, Salwa Yatim Prestasi Optimis Menjadi Dokter

Senyum bahagia terukir dari wajah Salwa (13) saat menerima parcel lebaran dari Rumah Yatim. Salwa yang kini duduk di bangku Kelas 1 MTs ini merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Sudah tiga tahun lamanya ia menjadi seorang yatim.

Sejak di tinggal oleh sang ayah, beberapa lama kemudian ibunya menikah lagi dan memutuskan untuk hidup jauh dari Salwa, yaitu di Papua. Sejak saat itulah, Salwa memilih untuk tinggal bersama Kakak dan saudaranya di sebuah bangunan rumah kecil yang terletak di Dusun Dasan, Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rumah Yatim, keluarga Salwa memang hidup di bawah garis kemiskinan. Diketahui, saudaranya hanya bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tak seberapa. Namun, Salwa tetap bersemangat menjalani sekolah. Bahkan ia termasuk salah satu murid berprestasi di antara teman temannya.

“Kadang dikirimin uang 300 ribu perbulan sama Ibunya untuk biaya sekolah Salwa, Kakak, dan Adiknya, itu tidak cukup. Tapi untungnya biaya sekolah Salwa gratis,” tutur Relawan Rumah Yatim NTB, Maria Ulfa.

Meskipun di tengah kondisi yang cukup sulit, namun Salwa selalu optimis bahwa kelak ia bisa mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang dokter. Karena ia ingin membahagiakan orang tua dan saudaranya yang lain.

Salwa adalah salah satu anak yang menerima parcel lebaran yang disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang NTB. Selain Salwa, sebanyak 6 anak yatim menerima parcel lebaran dan sebanyak 50 anak lainnya menerima paket sembako, Kamis (20/5). Hingga kini pula Rumah Yatim terus bergerak untuk memberikan bantuan kepada ribuan anak yatim lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

 

 

 

Penulis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend