Ditengah Keterbatasan Fisik dan Ekonomi, Lasberia Tetap Teguh dengan Keyakinannya

Menjadi mualaf adalah suatu kebahagiaan bagi Lasberia. Dalam Islam ia bertemu dengan orang-orang baik, hebat, dan merasakan kehidupan yang nyaman dan tenang.

Dalam islam pun ia bisa bertemu dengan seorang laki-laki yang kini menjadi suaminya. Meskipun kondisi suaminya sama seperti Lasberia yakni tunanetra, ia tetap bahagia dalam menjalani lika liku kehidupan rumah tangganya.

Sudah satu setengah tahun Lasberia menjadi mualaf, keyakinan yang ia pilih membuatnya mesti dijauhi oleh keluarga, saudara dan teman-temannya. Namun, kondisi ini tak membuatnya menyerah untuk terus belajar islam dan melanjutkan kehidupannya.

Untuk memenuhi kebutuhan harian dan biaya kontrakan, Lasberia bersama sang suami berjualan kerupuk keliling setiap harinya. Biasanya ia berjualan di sekitar wilayah Sei Agul, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara. Kondisi fisiknya tak membuat Lisberia dan suami patah arang untuk terus mencari nafkah halal.

Penghasilan mereka dari jualan kerupuk keliling tidaklah seberapa, yakni hanya 10 ribu sampai 20 ribu. Selain itu, mereka pun kerap kali kena tipu oleh pembeli jahil, pembeli jahil ini memberikan uang dengan jumlah yang dengan tidak sesuai dengan barang yang diambil. Hal ini membuat Lasberia dan suaminya harus mengganti kekurangan uang tersebut kepada pemilik kerupuk.

Lisberia merupakan satu dari sekian banyak mualaf yang menerima bantuan dari Rumah Yatim cabang Sumatera Utara. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan dan perhatian Rumah Yatim kepada mereka.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ibnu, salah satu relawan Rumah Yatim di rumah kontrakan Lasberia, Jl. Karya Dame, Kelurahan Sei Agul, Kec. Medan Baru, Kota Medan.

Ketika menerima bantuan, Lasberia tampak begitu senang, ia tak menyangka jika pertemuannya dengan tim relawan Rumah Yatim beberapa hari lalu, bisa berlanjut dengan penyerahan santunan ini.

Dengan tangan bergetar, Lasberia mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepadanya.

“Selama pandemi, kondisi perekonomian kami kian menurun, kami sering berhutang ke warung untuk bisa makan. Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa menerima bantuan ini, bantuan ini sangat membantu kami. Insya Allah bantuan ini akan saya gunakan untuk membeli kebutuhan makan dan modal jualan,” ujar Lasberia.

Sinta Guslia

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend