Ditinggal Anak Merantau, Masiah Bertahan Hidup dan Jaga Cucu Seorang Diri

Ditinggal Anak Merantau, Masiah Bertahan Hidup dan Jaga Cucu Seorang Diri

Di usia senjanya, Masiah (68) tinggal sebatang kara di sebuah rumah sederhana beralaskan tanah dan tembok hanya dari bahan seadanya. Kini, kondisi fisiknya sudah semakin menurun dan tidak bisa bekerja lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Masiah hanya bisa mengandalkan bantuan ketujuh anaknya.

Diketahui, sang suami telah lama berpulang menghadap Ilahi. Sedangkan, ketujuh anaknya tersebut sudah menikah dan memilih hidup di perantauan. Salah satu anaknya memilih menjadi TKI di negara tetangga, dan menitipkan sang anak kepada Masiah.

“Jadi sekarang nenek Masiah menjaga dan mengurus satu cucunya itu, walau sering sakit-sakitan, namun nenek tetap berjuang membesarkannya,” ujar Relawan Rumah Yatim Cabang Nusa Tenggara Barat, Maria Ulfa, Sabtu (8/8).

Hal tersebut, Masiah lakukan demi menyelamatkan sang cucu yang ditinggal pergi, termasuk agar dirinya terus dinafkahi anaknya. Sebab, jika bukan dari anaknya itu, ia bingung harus mengandalkan siapa.

Walau dalam keterbatasan, Masiah tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi sang cucu. Melihat kondisinya itu, Rumah Yatim Cabang NTB mengunjungi kediamannya di Dusun Batu Tandak, Desa Kembang Are Sampai, Kec. Sakra Barat, Kab. Lombok Timur.

Kunjungan tersebut untuk memberikan dukungan kepada Masiah dan membantu memenuhi kebutuhan pokoknya. Ulfa berharap, bantuan sembako dari Rumah Yatim ini bisa menyambung hidup Masiah dan cucunya.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan menjadi manfaat dan berkah, serta meringankan beban nenek Masiah. Semoga nenek sehat selalu,” tutupnya. Selain Masiah, ada ratusan lansia prasejahtera lainnya di daerah tersebut yang menerima bantuan sembako Rumah Yatim.

 

Penulis: Anjar Martiana

Redaktur: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend