Dua Hari Tidak Makan Nasi, Satu Keluarga di Pacet Hanya Makan Rebusan Pepaya

Dua Hari Tidak Makan Nasi, Keluarga Nurul Hanya Makan Rebusan Pepaya

 

Nasib pilu di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 dialami salah satu keluarga dhuafa, yakni Nurul Huda Hasanudin (40), warga asal Kampung Sinapeul, RT.02/08 Desa Mekarjaya, kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Pasalnya, keluarga pria ini sudah dua hari tidak makan nasi dan hanya makan rebusan pepaya yang belum matang, lantaran tak memiliki uang untuk membeli Sembako.

Hampir 1 tahun ini, Nurul tidak bekerja lantaran jari pada salah satu tangannya diamputasi akibat kecelakaan yang pernah dialami nya. Meski demikian, ia tetap bekerja serabutan demi bertahan hidup bersama keluarganya di tengah kondisi yang serba sulit. Bahkan ditengah situasi tersebut Nurul sempat kesulitan mendapatkan bantuan.

“Kami dapat informasi keluarga beliau dari mitra kami, bahwa keluarga mereka gak bisa makan selama dua hari kemarin, Cuma minum aja,” ungkap Irwan, Relawan Rumah Yatim

Ia menerangkan, Untuk mengganjal rasa laparnya itu, Nurul pergi ke hutan dan menemukan buah pepaya yang masih mentah, lalu direbus untuk dijadikan santapan makanan bersama lima anak dan istrinya. Meskipun tanpa nasi dan lauk pauk, tak sedikitpun keluh kesah yang terlontar maupun yang  dipancarkan dari raut wajah pria paruh baya itu.

“ketika kita datangi, ditengah kondisi nya yang begitu sangat miris, tidak ada ucapan keluh kesah yang keluar dari mulutnya, bahkan raut wajahnya tidak menampakkan keluh kesah. Semuanya dijalani dengan sangat sabar. Ini yang perlu kita Syukuri,” jelas Irwan.

Bahkan yang lebih mirisnya, anak-anak Nurul belum pernah sekalipun sekedar mencicipi daging ayam. Sayur-sayuran dan tempe tahu menjadi makanan lezat setia nya bertahun tahun. Raut wajah keluarga Nurul begitu sumringah, saat tim Rumah Yatim area Jawa Barat datang menyerahkan bantuan sembako, program biaya hidup dan ifthar, pada Kamis (7/5) kemarin.

Meskipun tidak begitu banyak, bantuan ini diharapkan dapat menjadi pelipur lara keluarga Nurul untuk bertahan hidup ditengah situasi serba susah. Bahkan menurut Irwan, keluarga tersebut, termasuk keluarga yang sabar dan selalu bersyukur dalam kehidupannya, meskipun keadaan ekonomi menghimpit.

Hingga 5 Mei 2020 Rumah Yatim telah menyalurkan bahan pokok kepada 15.548 mustahik terdampak Covid-19. Sebaran bantuan tersebut diberikan di 20 Provinsi di Indonesia. Penerima manfaat pula dari sejumlah kalangan seperti pengemudi ojek online, ojek pangkalan, buruh harian, pekerja serabutan, dan lainnya. Penyaluran tersebut juga masih terus dilakukan secara masif oleh Rumah Yatim.

 

 

 

Penulis : Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend