Dukung Pendidikan Alman, Rumah Yatim Salurkan Beasiswa

Hidup berdua bersama sang ayah membuat ia terus bersemangat dalam mengejar pendidikan. Kekurangan yang ada bahkan tidak membuat dirinya menyurutkan semangat tersebut. Saat ini ia tinggal di rumah sederhana di Desa Sulung, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Ialah Muhammad Alman, remaja berusia 13 tahun yang tinggal berdua dengan ayahnya, Marali. Kondisi sang ayah saat ini sedang mengidap penyakit stroke. Kepada relawan Rumah Yatim, Pipin Nursopyan, Marali bercerita perihal kondisi dirinya yang sudah hampir 10 tahun mengidap penyakit tersebut.

Rumah Kayu dengan model bangunan tempo dulu menjadi pemandangan awal saat datang ke rumah Alman dan Marali. Beratapkan asbes, dan berdinding kayu yang sudah lapuk, mereka berdua harus bertahan hidup dengan segala kondisi. Di rumah itu, Alman yang saat ini duduk di kelas dua bangku sekolah menegah pertama berjuang.

“Disalurkan kepada keluarga ini karena statusnya piatu sedangkan bapaknya kena stroke,” papar Pipin, kepada jurnalis Rumah Yatim.

Sebelumnya, Pipin mengunjungi rumah Alman dan Marali tersebut pada Jumat (2/11). Kedatangan Pipin di siang itu memberikan bantuan beasiswa dhuafa serta bantuan peduli sesama. Bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari dan pendidikan sang anak.

“Kondisinya fakir miskin, dan bantuan ini bisa meringankan sedikit beban,” ujarnya.

Kunjungan Pipin di hari itu juga tidak hanya menyalurkan bantuan peduli sesama dan beasiswa dhuafa. Ia juga, menyalurkan sejumlah bantuan lainnya yang meliputi perlengkapan sekolah untuk puluhan siswa serta bantuan kitab. Kegiatan ini juga, kata dia berbarengan dengan agenda Kampung Zakat yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Awalnya ini dari mantan kepala desa setempat, dan kebetulan bersamaan dengan acara kampung zakat,” tuntasnya.

 

Jurnalis: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend