Enam Tahun Derita Kanker Tak Surutkan Semangat Kusman untuk Sembuh

Enam Tahun Derita Kanker Tak Surutkan Semangat Kusman untuk Sembuh

Keterbatasan ekonomi membuat pria beranak satu ini harus ikhlas menahan rasa sakit hingga bertahun-tahun. Kusman (31), warga Kampung Pesawahan, RT 02 RW 03 Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Bandung sudah enam tahun menderita kanker tulang di bagian kaki kirinya.

Enam tahun yang lalu, ketika masih menjadi seorang pekerja di sebuah pabrik, Kusman merasakan sakit pada bagian kakinya. Namun dirinya tidak terlalu menghiraukan dengan rasa sakit itu, ia terus bekerja. Hingga beberapa bulan kemudian, muncul benjolan kecil yang semakin hari semakin membesar.

“Awalnya dia merasakan sakit di bagian paha, lalu dia pergi ke tukang pijit, tapi setelah itu seperti ada benjolan sudah sebesar satu kilogram,” kata PIC Pemberdayaan Rumah Yatim, Solehudin.

Sedangkan, dokter menyarankan, Kusman harus melakukan amputasi, namun dia tidak mau. Hingga kini sakit kanker sudah memasuki pentium 3. “Dia kalau sudah memasuki pentium 5, baru dia pasrah mau dioperasi, padahal sebenarnya dia hanya ingin diobati tidak ingin diamputasi,” jelasnya.

Karena keterbatasan ekonomi juga membuat dirinya tidak ingin melakukan amputasi. Namun setiap hari, Kusman menjalani hari dengan penuh semangat. Apalagi, sang istri selalu setia membantu dan menemani. Bahkan, sudah cukup lama istrinya yang menggantikan dirinya menjadi tulang punggung keluarga.

Kini berat di kaki bagian atas sudah mencapai 35 kilogram. Kusman sudah tidak mampu lagi melakukan aktvitas yang berat. Hanya berbaring, menonton tv, dan mengonsumsi obat-obatan yang kini sudah menjadi makanan sehari-hari. Karena itulah, Rumah Yatim menyalurkan bantuan peduli sesama dalam bentuk uang tunai.

“Insya Allah ke depannya kita akan membantu melalui program kesehatan di Rumah Yatim. Nanti hari Sabtu akan ada dokter yang datang langsung ke rumahnya. Diharapkan Rumah Yatim bisa membantu sampai sembuh,” harap Solehudin.

 
Jurnalis: Tanti Sugiharti
Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat