Endang, seorang yatim yang bekerja memungut paku demi membantu perekonomian keluarga

Kehidupan Endang (12) yang kini masih duduk di kelas 5 SD, mungkin sedikit berbeda dengan anak seusia lainnya, tak tega melihat ibunya yang hanya seorang buruh harian lepas yang tidak menentu, Endang pun tak malu untuk bekerja apa saja demi mendapatkan penghasilan.

Bermodalkan magnet bekas, Endang mencari paku-paku, besi dan sejenisnya untuk ia kumpulkan dan dijual ke salah satu pengepul di kampungnya. Dari hasil kerjanya itu, Endang hanya mendapat penghasilan di kisaran Rp 2000 sampai Rp 5000 yang ia titipkan kepada ibunya, untuk nanti dipergunakan sebagai bekal sekolah atau sekedar untuk membeli perlengkapan sekolah.

Oleh karenanya, pada 18/9/21 Rumah Yatim Banten mendatangi kediaman Endang di Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, untuk memberikan bantuan uang tunai dan bahan pokok.

Ali Ridwan, salah satu relawan Rumah Yatim Banten menuturkan, bahwa sebelumnya Endang bersekolah dengan menggunakan seragam sekolah bekas, namun, saat ini Endang sudah bisa bersekolah dengan penampilan baru, dengan mengenakan seragam sekolah baru.

“Alhamdulillah, Endang sudah bisa bersekolah dengan penampilan baru, yang selama ini ia memanfaatkan seragam sekolah bekas pemberian orang, kini ia mengawali sekolah tatap muka dengan pakaian baru.” Ungkap Ali Ridwan.

 

Solehan Yusuf

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend