Enok Rela Jadi Penjual Asakan Keliling Demi Rawat Cucunya yang Derita Epilepsi

Usianya telah menginjak 70 tahun, tetapi Enok Amasiah masih rajin keliling jualan asakan (masakan rumahan) demi bertahan hidup dan menghidupi Shofie (6), cucunya yang menderita Epilepsi.

Tubuh rentanya yang menolak untuk diajak kerja keras, kini telah luluh oleh semangat dan keteguhan Enok yang  terus berjuang demi merawat cucunya yang spesial.

Saat ini, keinginan terbesar Enok adalah sehat, supaya ia bisa terus merawat cucunya sampai cucunya sembuh dan bisa hidup mandiri.

Setiap pagi setelah selesai mengurus cucunya, Enok pergi berjalan kaki ke setiap rumah warga untuk menawarkan asakan. Ia pun kerap kali minta izin ke salah satu warga untuk ikut beristirahat di depan rumahnya. Fisiknya yang sudah renta menjadikan tubuhnya mudah lelah.

Biasanya jika sudah memasuki waktu siang, Enok akan kembali pulang untuk kembali mengurusi cucunya yang hanya bisa terbaring lemah di kasur.

Setengah hari ia berjualan, Enok mendapat keuntungan sebanyak 10-20 ribu. Meskipun belum cukup untuk memenuhi gizi cucunya, Enok selalu bersyukur atas rezeki yang ia peroleh.

Rumah Yatim area Jawa Barat yang telah melakukan aksi galang dana untuk meringankan beban Enok, pada Sabtu (10/7) lalu, berkunjung ke kediaman Enok untuk memberikan bantuan tunai biaya hidup.

Kedatangan tim relawan yang didampingi ketua RW setempat disambut hangat Enok. Ia begitu senang kembali dikunjungi tim relawan Rumah Yatim, ketika tim memberikan bantuan, ia sangat bersyukur.

Diungkapkan Reza salah satu tim relawan Rumah Yatim Jabar, sebagai bentuk syukur nya, Enok menyedekahkan 25% uang dari bantuan tersebut kepada tetangganya yang sakit dan janda. Ia ingin tetangganya yang kondisinya sulit merasakan kebahagiaan yang ia dapatkan.

“Sisanya digunakan nek Enok untuk membeli keperluan Shofie dan untuk tambahan modal usaha. Mudah mudahan bantuan ini bisa memberikan keberkahan untuk nek Enok, para donatur.” Ujarnya.

Kepada Reza, Enok mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepada mereka. Ia berharap bantuan ini bisa membantu cucunya untuk sembuh.

 

Sinta Guslia

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Send this to a friend