Erni, Guru Honorer di Deli Serdang Banting Setir Kerja di Ladang

Erni, Guru Honorer di Deli Serdang Banting Setir Kerja Di Ladang

Dampak pandemi Covid-19 turut dirasakan di sektor pendidikan, terutama bagi para guru honorer. Pasalnya, sejak wabah Covid-19 meluas di Indonesia dan anak-anak harus menjalani pembelajaran online sejak pertengahan Maret lalu, kini pihak sekolah kesulitan untuk membayar gaji para guru honorer.

Salah satunya adalah Erni (47), ia merupakan seorang guru honorer sekolah swasta di Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia mengaku mengalami keterlambatan gaji karena pihak sekolah tidak mampu untuk membayar.

“Karena sekolah mengandalkan gaji dari uang SPP anak-anak. Anak-anak tidak sekolah, tentu gaji kita juga jadi terhambat. Paket internet juga mahal, sedangkan kita dari mana penghasilan,” tuturnya.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia mau tidak mau akhirnya memutuskan untuk pergi ke ladang. Sebab hanya itulah yang bisa ia lakukan untuk menyambung hidup di tengah pandemi.

“Setelah menyiapkan materi pelajaran, sering ke ladang. Tidak bisa buka les karena tidak boleh. Akhirnya yang aman ke ladang,” ucap Erni yang sudah 7 tahun menjadi guru honorer.

Selain itu, Erni mengungkapkan, selama menjalani pembelajaran online dirinya mengalami kesulitan untuk menyampaikan materi kepada anak-anak. Belum lagi ketika orangtua siswa yang tidak terlalu mahir dalam mengoperasikan telefon genggam, dan kurang menguasai materi yang disampaikan.

“Apalagi untuk materi di atas kelas 3. Ketika face to face saja anak-anak tidak mudah mengerti, apalagi sekarang jarak jauh. Itu yang sedih. Mereka jadi ga ngerti,” tuturnya.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Sumut memberikan bantuan berupa paket sembako kepada Erni dan 57 guru honorer lainnya di Kecamatan Namo Rambe, Senin (11/5) kemarin.

 

 

 

Penulis: Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend