Feroza Berjuang Hidupi Ketujuh Anak di Pengungsian Rohingya di Bangladesh

Feroza Berjuang Hidupi Ketujuh Anak di Pengungsian Rohingya di Bangladesh

Hidup di pengungsian tidak membuat dirinya patah semangat. Sikap keji para tentara Myanmar yang mengotori tubuhnya saat dulu, membuat dia yakin untuk lari dari wilayah Rohingya. Saat ini dia, Feroza Begum (37) beserta ketujuh anaknya harus bertahan hidup di pengungsian wilayah Cox’s Bazar, Bangladesh.

Bertahan hidup demi sang buah hati, dijalaninya setiap hari di pengungsian yang sangat sederhana. Rumah bilik bambu beratapkan terpal menjadi tempat singgahnya. Saat ini, Feroza harus menjaga ketujuh anaknya sendirian. Karena, sang suami harus gugur di tangan tentara Myanmar ketika kejadian kerusuhan terjadi.

“Ibu Feroza Bagum diperkosa tentara Myanmar walaupun beliau sedang hamil ketika itu,” papar relawan kemanusiaan Rumah Yatim, Sinu Tontori, kepada jurnalis Rumah Yatim lewat pesan singkat dari Bangladesh.

Rasa sedih masih terpancar saat bercerita kejadian yang sangat keji tersebut. Bahkan, rasa pilu tersebut tidak sangka ia bayangkan sampai sejauh itu. Saat ini, dengan semangat ketujuh anaknya, Feroza berjuang hidup di pengungsian.

“Tidak bisa terbayangkan oleh beliau untuk mengingat kejadian saat itu dikarenakan situasi yang tidak menentu,” lanjut Sinu.

Di Bangladesh sendiri, kurang lebih ada 1,5 juta warga Rohingya yang mengungsi dan berlindung dari kerusahan di negerinya. Para pengungsi Rohingya saat ini menempati rumah bilik sementara di wilayah yang tersebar di Bangladesh. Bahkan 30 persen di antaranya merupakan anak-anak dan balita.

 

Di tulis oleh : Calam Rahmat Pada tanggal 2018-05-16 12:15:20

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Powered by

Send this to a friend