Hamoud, Yatim Suriah Ingin Jadi Hafidz dan Dapat Bantu Sesama

rumah yatim

Salah satu anak asuh Rumah Yatim kelahiran Idlib, 1 Januari 2006 ini bernama Abdul Karim Hamoud. Hamoud -sapaan akrabnya merupakan anak tertua dan satu-satunya anak lelaki dari tiga bersaudara. Ia telah menjadi yatim sejak enam tahun silam. Tepat saat Hamoud masih berusia enam tahun. Saat Hamoud dan keluarga sedang bersiap untuk makan siang bersama di dalam rumah, tiba-tiba tentara Esata membobol pintu rumah mereka dan memaksa masuk untuk menangkap ayahnya.

Sang ayah dipukuli dan kemudian ditangkap dengan tuduhan telah melakukan konspirasi. Ayahnya ditangkap oleh tentara Esata dan di kurung di dalam penjara. Selama dalam penjara, ia mendapat penyiksaan oleh tentara Esata. Hal ini diketahui saat suatu hari Hamoud hendak pergi ke sekolah, di dapatinya tubuh sang ayah penuh luka. Bahkan wajah sang ayah hampir hancur akibat penyiksaan yang dialami ayahnya saat di dalam penjara. Bisa dibayangkan bagaimana hal ini mengguncang Hamoud yang saat itu masih sangat kecil.

Setelah sang ayah dikebumikan, ternyata diketahui bahwa sang ayah meninggal. Selain karena penyiksaan yang dialaminya di dalam penjara, ayahnya juga menderita tuberkulosis. Setelah sang ayah meninggal, Hamoud dan keluarganya melarikan diri dari Idlib akibat perang sipil yang terjadi di Suriah. Mereka pun mencari perlindungan ke Turki dan mengungsi bersama ribuan pengungsi lainnya di kota tenda di daerah perbatasan pada tahun 2013. Karena keadaan mereka tidak dapat bekerja. Untuk memenuhi segala kebutuhan pun Hamoud dan keluarganya hanya mengandalkan bantuan yang diberikan.

Sang ibu mendengar bahwa adanya pembukaan pusat untuk anak-anak yatim piatu yang menyediakan segala hal. Di antaranya, makanan, minuman, pakaian, pendidikan dan belajar menghafal Alquran. Akhirnya Hamoud bergabung dengan Al Hayrat dan Rumah Yatim. Hamoud sekarang berusia 12 tahun dan tengah menempuh pendidikan di Harran Kapi Imam Hatip Okulu, duduk di kelas 7. Ia pun mempunyai keinginan untuk menjadi penghafal Alquran, serta ingin bersekolah hingga perguruan tinggi. Ia juga ingin menjadi orang besar suatu hari nanti, hingga ia bisa kembali ke negaranya dan membangun kembali Syria menjadi tempat yang aman bagi semua masyarakat.

Hamoud merupakan siswa berprestasi disekolahnya. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk mengubah kehidupan ibu dan dua saudaranya dengan belajar giat sehingga bisa mewujudkan cita-citanya nanti.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah membantu saya dan anak-anak Suriah lainnya sehingga kami memiliki kehidupan yang indah. Yang bahkan tidak pernah kami bayangkan akan kami dapatkan setelah apa yang kami alami di negara kami. Doakan kami agar kami bisa menjadi hafidz yang tak hanya pandai dalam menghafal. Tetapi juga pandai dalam mengamalkannya sehingga suatu saat nanti kami bisa membantu sesama. Damai sejahtera,” ungkap Hamoud.

 

Di tulis oleh : Yusica Pada tanggal 2018-03-19 14:22:49

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat