Hampir Putus Sekolah Karena Tunggakan SPP, Larasati Bersyukur Dapat Beasiswa

Hampir Putus Sekolah Karena Tunggakan SPP, Larasati Bersyukur Dapat Beasiswa

 

Mimpinya untuk menjadi seorang guru hampir saja harus ia kubur dalam-dalam, sebab Larasati (16) tak memiliki biaya untuk membayar SPP sekolah. Bahkan ia sudah memiliki tunggakan iuran sekolah selama beberapa bulan terakhir.

Siswi kelas 10 SMK ini merupakan salah satu anak yatim yang bahkan kini sudah tak lagi merasakan kasih sayang orang tua. Sejak ayahnya meninggal beberapa tahun silam, tak lama sang ibu pun mengalami sakit gangguan jiwa. Sehingga Larasati tak lagi memiliki orang tua yang bisa membayar biaya pendidikannya.

Sejak saat itu, Larasati hidup dan dirawat oleh sang Nenek di sebuah desa yang cukup terpencil di Dusun IX Bintang Bulan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Namun karena di sana jarak untuk menuju sekolah sangatlah jauh, akhirnya selepas lulus SMP karena keinginannya dan semangatnya yang gigih, Larasati memilih untuk hijrah ke luar kota dan memilih tinggal bersama bibi.

“Ia putuskan untuk terus melanjutkan ke SMK karna kalau tetap disana jarak sekolah yang jauh dan jalan yang kurang bagus, dan terpaksa meninggalkan nenek dan ibunya dari kampung untuk pergi ke Pekanbaru demi melanjutkan pendidikannya,” tutur Kepala Cabang Rumah Yatim Riau, Ramdan.

Setahun sudah kini ia tinggal bersama Bibinya di Jl. Plamboyan RT 003 RW 001, Kel Delima Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau. Namun naas, sang bibi pun bukan berasal dari keluarga mampu. Bibinya yang bernama Rahmawati itu memiliki 2 orang anak. Di mana pekerjaan suaminya hanyalah seorang buruh serabutan.

“Dan disaat wabah Covid-19 ia tidak pernah lagi mendapat tawaran kerjaan, kesulitan ekonomi untuk memenuhi kehidupan sehari hari sudah mulai terasa apalagi untuk biaya pendidikan keponakannya,” tutur Ramdan.

Karena kondisi tersebut, kini Bibinya sudah beberapa bulan tak memiliki uang untuk membayar biaya pendidikan Larasati. Bahkan karena tunggakan yang sudah cukup besar, Larasati hampir saja putus sekolah.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Riau bekerja sama dengan Ovo, Tokopedia dan Grab memberikan bantuan beasiswa pendidikan untuk melunasi tunggakan biaya pendidikan Larasati.

“Larasati dan Bibinya sangat bersyukur dan mengucapkan rasa terima kasih karena sudah melunasi tunggakan sekolah, ia sangat senang karna memang benar-benar dibutuhkan saat ini agar ia bisa terus bersekolah dan bisa menggapai cita citanya,” imbuh Ramdan.

Selain Larasati, pada Sabtu (27/6) kemarin, Rumah Yatim Cabang Riau berkolaborasi bersama Ovo, Tokopedia, dan Grab melalui donasi ‘Patungan Untuk Berbagi’ menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada 15 orang siswa SMK Bina Profesi.

 

 

 

Penulis : Tanti Sugiharti

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend