Hampir Putus Sekolah, Laila Dapat Bantuan ATM Mustahik Rumah Yatim

Lailatul Zahra, siswi prasejahtera asal Dusun Mapak Kreong, Desa Kuranji Dalam, Kecamatan Labua Api, Lombok Barat, hampir putus sekolah. Hal itu karena tiadanya biaya untuk kebutuhan pendidikan. Pada Jumat (28/5) lalu, tim relawan menyambangi ke kediaman siswi kelas 2 SD itu untuk memberikan bantuan berupa ATM Mustahik.

Relawan Rumah Yatim Mataram, Yandi memaparkan, Lailatul Zahra adalah seorang anak yatim. Laila -sapaan akrabnya, hanya tinggal berdua dengan sang ibu yang kesehariannya tinggal di sebuah gubuk bilik. Ibunya hanya bekerja sebagai buruh tani.

Sehingga penghasilan yang diterima dari hasil bertani tidak menentu, dan hanya cukup untuk makan saja. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan terasa sulit bagi sang ibu. “Kondisinya cukup memprihatinkan, katanya sempat mau berhenti sekolah karena gak ada biaya. Sedangkan bapaknya sudah meninggal beberapa tahun lalu,” papar Yandi.

Kendati demikian, kata dia, Laila tetap semangat dan berusaha ingin melanjutkan sekolah meskipun ancaman putus sekolah di depannya begitu nyata. Oleh karena itu, adanya bantuan ini untuk membantu kebutuhan biaya pendidikannya. Di antaranya untuk membeli kebutuhan sarana pendidikan dan iuran sekolah.

Kepada tim relawan, sang ibu bersyukur karena adanya jaminan pendidikan bagi anaknya. Selain itu, tak henti-hentinya mengucapkan rasa terima kasih karena telah membantu. Laila mengatakan, bantuan itu akan digunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan pendidikannya.

“Semoga dengan bantuan ini, Laila tidak putus sekolah dan mendapat jaminan pendidikan agar bisa meraih masa depannya,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Dila Nurfadila

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend