Hampir Roboh, Rumah Yatim Bangun Jembatan Penghubung Desa di Lebak

Hampir Roboh, Rumah Yatim Bangun Jembatan Penghubung Desa di Lebak

Jembatan yang menghubungkan Desa Ciparahu dan Desa Lebak Peundeuy di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, kondisinya cukup mengkhawatirkan. Kayu lapuk terbuat dari batang pohon kelapa menjadi kekhawatiran para pejalan kaki maupun roda dua yang melintas. Ditambah Posisi jembatan tepat berada di atas sungai, yang sewaktu-waktu bisa ambruk.

Menurut penuturan kepala desa setempat, Jembatan penghubung tersebut merupakan sarana vital masyarakat untuk kegiatan ekonomi hingga pendidikan. Ada sekitar 350 Hektar lahan pertanian yang digarap oleh warga setempat dan akses pendidikan bagi ratusan anak-anak yang melintas di dua desa tersebut.

“Waktu survey awal sangat memprihatinkan sekali jembatan memang dilalui untuk mobilitas dua desa warga sekitar. Dikhawatirkan ambruk dan akan memutus kegiatan ekonomi dan pendidikan dua desa.” Jelas Ali Ridwan, Relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Selasa (7/7).

Untuk itu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek merealisasikan pembangunan jembatan penghubung Desa Ciparahu dengan Desa Lebak Peundeuy. Peletakan batu pertama berlangsung pada Minggu (5/7) lalu, dengan dihadiri Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat.

Ali memaparkan, peletakan batu pertama berlangsung hikmat dan masyarakat sangat antusias. Seteahnya, masyarakat berbondong-bondong gotong royong membuat pondasi awal jembatan. Tim Rumah Yatim juga telah berkonsultasi dengan tokoh masyarakat dan aparat setempat terkait keamanan rekonstruksi jembatan. Karena, kedepan rencananya bisa untuk digunakan kendaraan roda empat.

“Kita sudah perhitungkan dari tingkat kemanan baik itu ketika arus deras dan sebagainya. Jembatan yang dibangun ini diusahakan untuk roda empat,” paparnya.

Selanjutnya, kata dia, target dari pembangunan jembatan ini bisa diselesaikan dalam jangka waktu satu bulan kedepan. Agar segera digunakan masyarakat untuk memperlancar perekonomian maupun pendidikan antar dua desa. Karena tidak sedikit warga yang memiliki pekerjaan di desa sebelahnya.

“Target dari pak lurah sendiri satu bulan sudah bisa dipergunakan untuk akses warga sekitar. Mudah-mudahan pembangunan jembatan penghubung ini lancar dan memulihkan kegiatan ekonomi warga,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis: Dila Nurfadila

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend