HAN 2018 di Provinsi Aceh Ajak Anak untuk Selalu Gesit

Provinsi Aceh memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2018 dengan melibatkan ratusan anak dan sejumlah lembaga masyarakat dan sosial. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD), Kota Banda Aceh, Minggu (12/8). Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh ini berlangsung meriah.

Menurut pemaparan dari pihak DP3A, Amrina Habibi, acara tahunan yang selalu diperingati pada 23 Juli tersebut mengusung tema Genius (Gesit, Empati, Unggul dan Sehat). Untuk di Aceh sendiri peringatan HAN 2018 tidak sesuai tanggal semestinya. Hal ini dikarenakan pelaksanaan sudah dipusatkan secara nasional di Jawa Timur pada tanggal tersebut.

Kegiatan HAN 2018 ini, kata Amrina, untuk menggugah berbagai komitmen sejumlah pihak seperti pemerintah, badan usaha, dan lembaga masyarakat, serta anak itu sendiri. Kemudian dengan seksama untuk pembangunan, perlindungan, dan tumbuh kembang anak yang lebih bermartabat.

“Kegiatannya meliputi acara ceremonial, dimana pelakonnya adalah anak-anak, dari mulai jajaran acara hingga lainnya,” ungkapnya, saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim.

Selain itu, pada kegiatan ini juga ada penyerahan penghargaan dari Forum Anak Tanah Rencong. Penghargaan diberikan kepada lembaga atau organisasi maupun perseorangan yang dianggap menjadi sahabat anak. Bahkan, kriteria dan penilaian dilakukan seluruhnya oleh anak. Agar, anak bisa menjadi mandiri dan berkembang lebih kreatif.

“Fungsi dinas untuk membimbing, tapi keputusan ada di anak-anak,” ujarnya.

Amrina berharap, dengan terlaksananya kegiatan tersebut bisa memberikan ruang bagi anak. Karena lewat kepercayaan dan ruang yang mendukung membuktikan anak bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Hal yang lebih utama lagi, kata dia, lewat kegiatan ini bisa meminimalisir perilaku yang negatif pada anak. Selain itu, dia berharap Rumah Yatim yang saat ini ikut andil bisa mendukung kegiatan serupa di tahun berikutnya.

“Jadi hal-hal yang negatif pada anak bisa diminimalisir oleh anak sendiri. Kita ingin keragaman itu bisa teratasi dalam kegiatan ini,” jelasnya.

 

Reporter: Calam Rahmat

Redaktur: Anjar Martiana

About Author

Berita terkait

Leave a Comment

Open chat
Send this to a friend